Breaking News:

Berita Surabaya

Sambut Perayaan Tahun Baru Imlek, Bebek Peking dan Gurami Kukus Jadi Menu Andalan Hotel di Surabaya

Sambut Perayaan Tahun Baru Imlek, Bebek Peking dan Gurami Kukus Jadi Menu Andalan Hotel di Surabaya.

TRIBUNMADURA/HABIBUR ROHMAN
Menu bebek peking yang jadi sajian andalan perayaan pergantian Tahun Baru Imlek di Hotel Ibis Style Jemursari Surabaya, Rabu (30/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Makanan tradisional Tiongkok, Bebek Peking, kembali dihadirkan oleh Hotel Ibis Styles Jemursari Surabaya untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2019 nanti.

Bernama Roasted Bebek Peking, bebek ini diberi bumbu rempah hasil racikan tangan Executive Chef Hotel Ibis Styles Jemursari Surabaya, Sarto.

"Mungkin ini yang membedakan bebek peking kami dengan lainnya, karena bumbunya benar-benar kami yang meraciknya sendiri. Karenanya, ada rasa dan aroma signature saya yang benar-benar kuat di sini, yakni star anise," ujarnya, saat peluncuran menu Imlek Hotel Ibis Styles Jemursari Surabaya, Rabu (30/1/2019).

Sarto mengaku dirinya sangat menyukai rasa sekaligus aroma star anise, alias bunga lawang.

Terutama semenjak dirinya terjun di dunia chef.

"Tidak tahu mengapa, sejak masuk dunia ini, saya suka sekali dengan rasa dan aromanya," katanya.

Selain bunga lawang, ia juga menggunakan rempah-rempah seperti jahe, bawang putih, bawang merah, daun bawang, dan chili bean.

Seluruh rempah-rempah tersebut dimasukkan ke dalam bebek, lalu disiram dengan air gula bebeko untuk menghasilkan tekstur renyah.

Kemudian, bebek dimasukkan ke dalam oven selama kurang lebih satu jam dengan suhu 180 derajat celcius.

"Baru setelahnya bebek digantung, rata-rata digantungnya selama delapan jam," katanya.

Rupanya, alasan mengapa bebek perlu digantung usai dimasukkan ke dalam oven, adalah agar lemaknya turun, sehingga bebek menjadi benar-benar kering.

Dalam penyajiannya, Sarto menambahkan kerupuk di bawah bebek sebagai teman makan.

Selain bebek peking, menu lainnya adalah gurami kukus, alias Steamed Fish with Ginger Soya.

Menu satu ini, merupakan menu yang paling mudah dan paling cepat pembuatannya.

Bumbu-bumbunya pun sederhana, yakni jahe dan garam.

"Ini paling gampang cara membuatnya, hanya dibumbui dengan jahe dan garam, lalu dikukus selama 15 menit," terangnya.

Bila ikan gurami yang digunakan masih segar, cukup dimasukkan ke dalam oven selama 10 menit saja sudah matang.

"Justru tidak boleh lama-lama, karena semakin lama ikannya nanti semakin keras," imbuhnya.

Ikan kukus sendiri merupakan satu di antara menu yang sangat esensial saat perayaan Imlek menurut Sutoyo Raharto, pengamat budaya Tiongkok.

Ia mengatakan, ikan melambangkan surplus dan rezeki yang melimpah.

Apalagi, jika ikan yang dikonsumsi berwarna merah.

"Di beberapa daerah Tiongkok saat Imlek itu harus ada kakap merah. Merah itu lambang makmur, ditambah ikan yang melambangkan rezeki itu jadi makin berlimpah," ucapnya.

Beberapa tradisi menyarankan memakan ikan setengah saja di malam sebelum Imlek, sedangkan keesokan harinya baru makan sisanya agar rezeki tidak habis.

"Ada pula yang menyebut kepala dan ekor tidak boleh dimakan, karena kalau kita kerja pasti ada awal dan akhir. Jadi, kita harus menyelesaikan pekerjaan dengan baik dulu," tegasnya.

Menu-menu utama ini juga ditemani dengan santapan penutup, seperti puding, es Shanghai, kue red velvet, kue cranberry, mirror pudding, sampai kue tradisional layaknya kue keranjang. (Delya Octavie)

Penulis: Delya Oktovie
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved