Breaking News:

Berita Malang

Pemkab Malang Segera Resmikan Showroom IKM setelah Tol Malang - Pandaan Diresmikan

Pemkab Malang memberi angin segar kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dapat mengembangkan sayap dalam pemasaran produk.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menyapa sekaligus melihat hasil produksi salah satu IKM di Pendopo Peringgitan, Malang, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemkab Malang memberi angin segar kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dapat mengembangkan sayap dalam pemasaran produk.

Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menjelaskan, pengembangan IKM dianggap sebagai langkah tepat untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang.

"Pada tahunn2020 nanti setelah Tol Malang - Pandaan beroperasi. Saya 100 persen bersama pimpinan tiga daerah Malang Raya sepakat untuk mengusulkan showroom dipintu tol," ujar Muhammad Sanusi di Pendopo Peringgitan Malang, Kamis (31/1/2019).

Muhammad Sanusi menambahkan, showroom yang akan dibuka tersebut nantinya akan digunakan untuk mewadahi produk-produk IKM dari Malang Raya.

PNS di Bangkalan Rugi Ratusan Juta, Ditipu Dukun Palsu Mampu Datangkan Rezeki

Menurut dia, konsep showroom produk-produk IKM akan dibuat semacam rest area.

"Untuk lokasi, tidak di Lawang ya di Singosari, yang jelas didekat exit tol. Kami juga sudah bicarakan nanti kurang lebih butuh lahan seluas 5 hektare untuk merealisasikan," terang sosok yang menggantikan Rendra Kresna itu.

Muhammad Sanusi berharap, IKM dari Kabupaten Malang bisa tembus pasar internasional.

"Kini memang baru kopi saja, tapi kedepannya kalau bisa kerajinan atau olahan hortikultura lainnya juga bisa dipasarkan luas," imbuhnya.

TKD Jatim Yakin Relawan Pertiwi Mampu Perkuat Pemenangan Jokowi-Maruf Amin di Jawa Timur

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki menuturkan, tak semua para pelaku IKM tersebut memproduksi produk secara berkelanjutan dan konsisten.

"Ambil contoh, industri makanan terkadang mereka hanya produksi ketika ada pesanan. Nah untuk pelaku IKM yang seperti ini izin PIRT sudah cukup," terang Pantjaningsih Sri Redjeki.

Pantjaningsih Sri Redjeki menerangkan, IKM Kabupaten Malang saat ini lebih condong bergerak pada komoditas lokal, meskipun ada juga sektor industri yang telah mencapai pasar ekspor.

Partai Nardem Bagi 20 Ribu Bibit Sayuran ke Petani di Tuban, Gelorakan Semangat Pertanian

"Jika di skala kecil sudah bisa menggerakkan perekonomian, tujuan kami untuk menekan angka kemiskinan juga bisa semakin tercapai," terangnya.

Pantjaningsih Sri Redjeki menambahkan, berdasarkan data yang dicatat pihaknya, sudah ada 23.700 IKM di Kabupaten Malang.

"Dari jumlah itu, yang sudah melengkapi izin dan aktif melakukan produksi ada 1977. Sisanya, bukan berarti tidak memiliki izin. Tapi belum melengkapinya," tandasnya. (ew)

Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Pamekasan, Sejumlah Pohon Asam Tumbang Tutupi Jalan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved