Breaking News:

Berita Bangkalan

PNS di Bangkalan Rugi Ratusan Juta, Ditipu Dukun Palsu Mampu Datangkan Rezeki

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Yuli Astutik (40), warga Desa Bator, Kecamatan Klampis, mengalami kerugian hingga Rp 740 juta.

SURYA/AHMAD FAISOL
Sejumlah barang bukti yang diamankan Polres Bangkalan pada kasus kasus penipuan dengan modus seorang dukun, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Yuli Astutik (40), warga Desa Bator, Kecamatan Klampis, mengalami kerugian hingga Rp 740 juta karena ulah Nasurah (43), warga Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.

Nasurah akhirnya dilaporkan atas kasus penipuan dengan modus memiliki teman seorang dukun asal Kalimantan lantaran menghasut dengan tujuan mengeruk materi korban sejak tahun 2013 hingga 2018.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, AKP MW Santoso mengungkapkan, tersangka Nasurah akhirnya dibekuk Polsek Klampis, Senin (28/1/2019).

"Dukun yang disebut Dukun Dayak Iban itu fiktif. Padahal dukun itu tidak pernah ada," ungkap AKP MW Santoso, Kamis (31/1/2019).

TKD Jatim Yakin Relawan Pertiwi Mampu Perkuat Pemenangan Jokowi-Maruf Amin di Jawa Timur

Pertemuan tersangka dan korban Yuli terjadi pada tahun 2013, saat korban terpengaruh hasutan tersangka lantaran dukun 'Dayak Iban' itu disebut mampu mendatangkan rejeki.

Korban lantas dimintai uang senilai Rp 6 juta dengan alasan mahar dan menawarkan seperangkat alat minangan yang dapat mendatangkan rejeki.

"Korban diminta menebus seperangkat minangan dan sejumlah uang setiap 3 bulan. Mulai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta," jelas AKP MW Santoso.

 AKP MW Santoso memaparkan, permintaan uang setiap tiga bulan itu dimaksudkan untuk menyempuh dan memperbaharui mantra.

Partai Nardem Bagi 20 Ribu Bibit Sayuran ke Petani di Tuban, Gelorakan Semangat Pertanian

Korban juga mendapatkan keris dan akik yang juga harus disempu setiap 3 bulan hingga korban alami kerugian sekitar Rp 70 juta.

"Korban juga diiming-iming hutang dengan bunga namun uang tidak pernah didapat. Korban masih dimintai uang setiap minggu untuk ongkos mengurus pinjaman," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved