Tangkis Isu Disebut PKI, Jokowi Pinjam Jargon Cak Lontong: Mikir!

Joko Widodo menyayangkan masih banyaknya berita tak benar (hoax) yang seringkali menyerang dirinya secara personal

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/BOBBY KOLOWAY
Jokowi saat bertemu para relawan pendukungnya, di sekitaran Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyayangkan masih banyaknya berita tak benar (hoax) yang seringkali menyerang dirinya secara personal. Jokowi menilai berbagai hoax tersebut bahkan dibuat dengan tanpa menggunakan logika.

Misalnya, sosoknya yang disebut terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, hal ini seringkali dikatakan sejak empat tahun silam.

”Saya sudah sabar empat tahun. Tapi, saya nggak mau diem terus,” kata Jokowi di hadapan ribuan massa pendukungnya di Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

Sindir Rival, Jokowi : Kalau Jan Ethes Dipanggil Bawaslu, Saya Suruh Berangkat Sendiri

Deklarasi JKSN di Jombang, Erick Thohir : Jokowi Sosok Pemimpin yang Perhatikan Umat

Ia lantas menjelaskan bahwa isu itu sangat tidak relevan sebab ia pada saat itu masih berusia balita.

”Saya lahir tahun 1961. PKI dibubarkan tahun 1965/1966. Umur saya masih empat tahun. Berada di atas Jan Ethes (cucu Jokowi) sedikit. Masa masih kecil dibilang PKI?,” kata Jokowi yang lantas dijawab gemuruh sahut bersahutan.

 ”Logikanya nggak pakai ini! Masa ada PKI balita? Kalau kata Cak Lontong pasti bilang, ‘Mikir!’,” kata Jokowi sambil memegang tepi dahinya menggunakan telunjuknya.

Ungkapan atau jargon ‘Mikir’ yang sama memang seringkali dibawakan oleh Cak Lontong di antaranya saat membawakan acara di televisi. Pada acara temu relawan yang terdiri dari para alumni perguruan tinggi ini, Cak Lontong juga hadir dengan mengenakan kaus alumni Instititut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Melihat gaya Jokowi yang menirukannya, Cak Lontong pun tak bisa menahan tawanya. Dengan gaya yang sama, ia ikut menunjuk tepi dahinya sembari tersenyum.

Tak berhenti di situ, Jokowi kembali memberikan contoh isu tak benar yang kerap menyerangnya. Misalnya, ia yang dinilai anti-Islam. ”Ada lagi yang bilang kalau Presiden Jokowi itu anti Islam. Padahal, hampir tiap minggu saya keluar masuk pondok pesantren. Hampir tiap hari saya ketemu ulama,” jelas Jokowi.

”Termasuk, yang tandatangan Keppres (Keputusan Presiden) soal Hari Santri itu siapa? Jadi, Mikir!,” kesal Jokowi kembali menunjuk ujung dahinya.

Jangan Terburu Menyalahkan Anak, Mungkin Beberapa Kebiasaan Buruk Kerap dari Orang Tuanya

Chinese Fragrance Doll Inspirasi Kerajinan Tangan Semarakkan Perayaan Imlek

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved