Breaking News:

Berita Pamekasan

Kerap Minta Uang di Persimpangan Jalan, Pengamen di Pamekasan Resahkan Pengendara

Selain itu, keberadaan pengaman dinilai cukup membahayakan keselamatan mereka sendiri karena kondisi lalu lintas yang ramai, terutama pada pagi hari.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pengamen saat meminta uang pada pegendara yang melintas di persimpangan Jalan lalu lintas Kanginan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Warga Kabupaten Pamekasan cukup resah dengan keberadaan pengamen yang banyak beroperasi di simpang empat lampu lalu lintas Jalan Kanginan.

Rouf (24), pegendara roda 2 yang sering melintas di jalan tersebut mengatakan, keberadaan pengamen cukup mengganggu lalu lintas.

Selain itu, keberadaan pengaman dinilai cukup membahayakan keselamatan mereka sendiri karena kondisi lalu lintas yang ramai, terutama pada pagi hari.

“Saya minta kepada pemerintah terkait untuk melarang anak mengamen di jalan tersebut demi menjaga keselamatan pegendara yang melintas," ungkap alumni IAIN Madura kepada TribunMadura.com, Selasa (12/2/2019).

Angkutan Sampah TPS 3R Jungcangcang Pamekasan Rusak, Tumpukan Sampah Warga Tak Terangkut

"Kalau mereka dibiarkan ngamen, sangat membahayakan pada anak yang usianya masih muda itu,” sambung dia.

Pantauan TribunMadura.com, hampir setiap hari beberapa pengamen remaja beroperasi di jalan simpang empat tersebut.

Mereka beroperasi dengan minta uang pada pengendara saat lampu merah menyala.

Batik Pamekasan Resmi Jadi Aset Daerah, Pengrajin dan Pedagang Batik Gembira

Saat dijumpai di lokasi, Fendi, pengamen asal Desa Plampaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang mengatakan, dirinya ngamen karena tidak punya uang untuk membeli rokok.

Ia mengaku hampir setiap hari gamen di persimpangan jalan raya Pamekasan seperti di Gurem Selatan, Jalan Kangenan, dan Jalan Jokotole.

Pengamen yang berumur 16 tahun tersebut mengaku, ia telah menjadi pengamen di Kabupaten Pamekasan sejak setahun terakhir.

Kader PMII Pamekasan Resmi Dilantik, Wujudkan Teguh Islam Ahlus Sunnah Waljamaah

“Biasanya saya dapat Rp 20 ribu kadang hanya dapat Rp 5 ribu per hari," kata pria yang masih sekolah 3 SMP tersebut.

Fendi mengaku, datang ke Kabupaten Pamekasan dengan menumpang di truk-truk yang melintas.

“Jadi tiap harinya saya tidak pake kendaraan sendiri, biasanya saya ikut kendaraan truk jalur menuju Pamekasan,” tandas dia.

Tukang Becak yang Diadili Karena Cabut 3 Pohon Pisang Ajukan Gugatan Balik di PN Pamekasan

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved