Breaking News:

Petani di Bantaran Sungai Kali Lamong Resah, Ancaman Banjir Bisa Akibatkan Gagal Panen

Petani padi di bantaran Sungai Kali Lamong mulai resah, sebab tanaman padi sudah siap berbuah. Dikawatirkan jika terendam banjir akan mengakibatkan ga

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Petani di desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik, Senin (5/2/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK – Petani padi di bantaran Sungai Kali Lamong mulai resah, sebab tanaman padi sudah siap berbuah. Dikawatirkan jika terendam banjir akan mengakibatkan gagal panen.

Kecemasan ini mulai terungkap oleh Kepala Desa Cermenlerek Kecamatan Kedamean Suhadi, bahwa saat ini usia padi sudah hampir dua bulan. Sehingga sudah waktunya untuk berbiji.

“Kalau terendam banjir ya bisa gagal panen,” kata Suhadi, Rabu (13/2/2019).

Tak Bisa Main Basket Karena Sepatu Identik Mahal, Kini Hadir Sepatu Basket Harga Rp 300 Ribuan

Pengalihan Lalu Lintas dan Kantong Parkir Penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Surabaya

Pendaftaran SNMPTN Diperpanjang Sampai 16 Februari 2019, Antisipasi Banjir Pendaftar di Hari H

Luas lahan pertanian di Desa Cermenlerek masih lumayan luas, sehingga jika terendam banjir bisa mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi milik warga akan rusak. “Dua dusun yang ada di bantaran sungai Kali Lamong. Luasan sekitar puluhan hektar,” katanya.

Keresahan itu juga diungkapkan Anam, petani desa Kepatihan Kecamatan Menganti mengatakan bahwa saat ini tanaman padi akan berbiji.

“Ya kalau terendam banjir jelas rusak dan gagal panen,” kata Anam.

Oleh karena itu, Anam meminta agar pemerintah segera membuat terobosan dengan menormalisasi sungai Kali Lamong agar tidak banjir.

“Bencana banjir sudah berlangsung setiap tahun musim hujan. Tapi pemerintah tidak fokus menyelesaikan masalah ini. Akhirnya petani selalu dirugikan,” katanya. (Sugiyono)

Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved