Breaking News:

Berita Sampang

Viral Video Wanita Menangis di Puskesmas, Tidak Terima Pelayanan Puskesmas Banyuanyar Sampang

Video dengan durasi 47 detik tersebut, menampilkan perempuan berbicara menggunakan Bahasa Madura dan menarik perhatian banyak orang.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
video seorang wanita menangis diduga di Puskesmas Banyuanyar, Kabupaten Sampang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Beredar video di WhatsApp menampakkan seorang wanita menangis sembari teriak tidak terima atas pelayanan di sebuah puskesmas.

Video dengan durasi 47 detik tersebut, menampilkan perempuan berbicara menggunakan Bahasa Madura dan menarik perhatian banyak orang.

"Siapa yang bilang anak saya tidak akan dikasih rujukan, anak saya tidak diberi surat rujukan," teriaknya sambil duduk di lantai dan menangis.

"Aku bisa melaporkan puskesmas ini karena ketidakramahan dokternya. Saya dan anak saya dimarahin," sambungnya.

Hendak Mendahului, Pengendara Motor di Mojokerto Tewas setelah Terlindas Ban Truk

Informasi yang berhasil dihimpun TribunMadura.com, video tersebut terjadi di Puskesmas Banyuanyar, Kabupaten Sampang.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Puskesmas Banyuanyar, mereka membenarkan bahwa kejadian tersebut memang terjadi pada Sabtu (16/2/2019) pukul 10.00 WIB.

Menurut dokter yang bertugas, wanita tersebut meminta surat rujukan untuk merujuk anaknya ke rumah sakit menggunakan BPJS. 

Hasil Akhir Laga Persebaya Vs Persinga Ngawi, Bajul Ijo Pastikan Diri ke 16 Besar Piala Indonesia

"Saya kasih tahu ibu itu pertama harus meminta rujukan ke puskesmas sini, lalu ke RSUD Sampang dan baru ke RS Surabaya," ujar dr Tri Budi Waluyo.

"Tapi dia ngotot tidak mau karena alasannya dirinya tidak cocok sama dokter anak di sini. Nah ini bukan aturan saya tapi aturan BPJS," sambung dokter yang bertugas di Puskesmas Banyuanyar tersebut.

dr Tri Budi Waluyo menjelaskan, pasien tersebut tidak mengalami sakit sehingga pihak rumah puskesmas tidak memberikan surat rujukan.

Polisi Panggil 9 Wali Murid Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SDN Kauman 3 Kota Malang

"Waktu saya cek anaknya, dia tidak sakit sama sekali alias bugar. Maka dari itu kita tidak bisa semena-mena memberikan surat rujukan karena itu melenceng dari prosedur," jelasnya.

Menurut dia, akhirnya Puskesmas Banyuanyar memberikan surat rujukan karena perempuan tersebut membawa bukti dianosa sakit dari puskesmas lain.

Dia juga menjelaskan, terpaksa memarahi wanita itu karena dirinya tidak terima jika puskesmas dijelek-jelekan.

Lagi Hamil 9 Bulan, Siswi SMK di Mojokerto Jadi Kurir Sabu, Sejak Lama Kecanduan Rokok

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved