Breaking News:

Berita Sampang

Gara-gara Takut Siswa Jenuh, SMK di Sampang Belum Siap Gelar USBN Berbasis Android

Gara-gara Takut Siswa Jenuh, SMK di Kabupaten Sampang Belum Siap Gelar USBN Berbasis Android.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Mujib Anwar
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pelaksaan ujian sekolah berstandar nasional atau USBN berbasis android belum siap dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sampang.

Hal ini disampaikan Kasi Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Sampang, Nahtim M Kasi, Senin (18/2/2019).

Menurut Nahtim M Kasi, belum siapnya pelaksanaan USBN berbasis android di Sampang, salah satu pertimbanganya karena takut para siswa akan mengalami kejenuhan.

"Jadi sementara pertimbangannya adalah takut jenuh. Karena ketika jenuh, pasti siswa capek. Bukan hanya siswa, melainkan orang dewasa saja juga pasti capek," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, ketika ditemui diruangannya.

Selain itu, petimbangan lain dari Dinas Pendidikan adalah perbedaan SMK dengan SMA.

SMK terlalu banyak memiliki program keahlian, bahkan sampai ratusan. Sedangkan SMA hanya 13 sampai 14 bidang studi saja.

"Pasti repot Mas, kalau program keahliannya mencapai ratusan," tegasnya Nahtim M Kasi.

Untuk itu, pihaknya belum bisa memastikan jika program USBN berbasis android ini akan terealisasikan di sekolah SMK di Kabupaten Sampang.

"Tapi lambat laun tidak menutup kemungkinan USBN berbasis Android ini akan tetap digunakan oleh siswa SMA karena pastinya mengikuti zaman," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved