Breaking News:

Berita Surabaya

BBM Semakin Mahal, UKWMS Manfaatkan Kompor Briket Jadi Solusi, ini Tahapan Pembuatannya

Teknik Elektro dan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala (FT UKWMS) untuk memanfaatkan barang-barang bekas, limbah sampah org

TRIBUNMADURA.COM/SULVI SOFIANA
Tim Dosen UKWMS saat membuat briket dengan alat inovasi buatan mereka memanfaatkan bahan bekas, Kamis (21/2/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sumber kekayaan bahan bakar di Indonesia selama ini memanfaatkan bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas. Untuk itu Teknologi Tepat guna diharapkan dapat menjadi solusi agar masyarakat mampu menggunakan energi alternatif selain bahan bakar fosil.

Hal ini memotivasi tim dosen Jurusan Teknik Industri, Teknik Elektro dan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala (FT UKWMS) untuk memanfaatkan barang-barang bekas, limbah sampah organik sebagai solusi dari kelangkaan bahan bakar fosil.

Mereka adalah Yuliati, Suratno Lourentius, Setiyadi, dan Hadi Santoso yang membuat inovasi berupa alat pencetak Briket Arang atau Batubara dalam bentuk tablet dan tabung serta kompor briket untuk masyarakat.

Agar Kembali Raih Adipura, Wakil Bupati Gresik Pimpin Upacara di Tempat Pembuangan Sampah

Hari Peduli Sampah Nasional, Kapolres Pamekasan Bersih-Bersih di Sepanjang Jalan TPA Desa Angsanah

Make Up Jawa Modern ala Nurhayati Dwi Kirana MUA, Ubah Warna Bibir Hingga Modivikasi Alis

“Awalnya ide ini tercetus saat mendengar banyak orang mengeluh ketika harga bahan bakar naik. Tentu saya prihatin, mengingat Indonesia begitu kaya akan energi. Hanya saja belum banyak yang tahu bagaimana cara memanfaatkan ataupun mengolahnya,” ungkap Hadi tentang latar belakang pembuatan inovasinya, Kamis (21/2/2019).

Baik alat pencetak briket arang dari limbah sampah organik maupun kompor briket, keduanya dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti kompor minyak gas yang sudah tidak terpakai.

Bahan pembuat arang briketnya sendiri bisa didapatkan dengan mengumpulkan sampah seperti dedaunan, ranting, serbuk gergaji, jerami maupun batok dan sabut kelapa yang telah kering.

Usai Larang Bentor di Surabaya, Kini Dishub Kota Surabaya Sosialisasi ke Bengkel Perakit Bentor

Arema FC Vs Persib Bandung, Sebanyak 1223 Aparat Keamanan Siap Amankan Laga Super Big Match

Gelar Ujian Rekrutmen Pegawai P3K, Badan Kepegawaian Daerah Pilih Pakai Sistem Komputer UNBK SMA

Hadi menambahkan untuk membuat briketnya cukup mudah, terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan di mana secara alami masih terdapat banyak limbah sampah organik.

“Sebenarnya tidak menutup kemungkinan juga bagi warga kota yang pepohonannya cukup banyak seperti Surabaya saat ini,” ujarnya.

Saat ditemui di Fakultas Teknik UKWMS, dosen-dosen ini terlihat lihat menggunakan alat sederhana yang bisa dipakai dengan mudah oleh masyarakat.

Mulai dari cara pembuatan arang briket dari limbah sampah organik, proses pencetakan hingga penggunaan kompor briket inovasi mereka.

Tudingan Earpice dan Pulpen Jokowi di Debat Publik, Alissa Wahid: Ketidakpercayaan Kepada Negara

Bali United Disebut Terlibat Match Fixing Liga 1 Saat Jamu Persela, Begini Komentar Stefano Cugurra

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved