Berita Surabaya

Kamar Mandi Khusus Difabel di Taman Bungkul Disalahgunakan, Pengelola Diminta Beri Teguran Tegas

Fasilitas kamar mandi khusus yang seharusnya hanya diperuntukkan oleh para difabel, ternyata masih saja disalahgunakan.

TRIBUNJATIM.COM/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Pengunjung Taman Bungkul Surabaya sedang antre di kamar mandi, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Fasilitas kamar mandi khusus yang seharusnya hanya diperuntukkan oleh para difabel, ternyata masih saja disalahgunakan.

Masih ada pengunjung atau penjual non-difabel di Taman Bungkul, Surabaya, menikmati fasilitas kamar mandi yang seharusnya hanya boleh digunakan oleh para penyandang difabel.

Padahal, pada pintu masuk kamar mandi, terdapat simbol yang menerangkan bahwa kamar mandi tersebut khusus bagi difabel.

Hal ini sangat disayangkan oleh Riza, salah seorang penyandang tuna daksa.

Pemilik Gitar yang Dipinjam Al Ghazali Bernyanyi di Rutan Medaeng Mengaku Senang dan Tak Menyangka

"Padahal sudah tersedia kamar mandi bagi yang non-difabel. Seharusnya yang kamar mandi untuk difabel jangan digunakan," tuturnya, Kamis (21/2/2019).

Menurut Riza, kurangnya kesadaran pada masyarakat, menjadi penyebab utama penyalahgunaan kamar mandi bagi para difabel.

"Seharusnya masyarakat sadar kalau kamar mandi itu hanya boleh digunakan oleh para difabel," imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Indra, penyandang tuna netra.

Abang Becak Sunan Bonang Tuban Terancam Tak Boleh Beroperasi Jika Ketahuan Lakukan Pelanggaran Berat

Indra menuturkan, masyarakat umum padahal telah disediakan kamar mandi sendiri.

"Tolonglah dihargai. Walaupun kamar mandi (difabel) itu tidak dipakai, kan tetap saja diperuntukkan bagi penyandang disabilitas," ungkap Indra.

"Takutnya nanti sebelum kami pakai, fasilitasnya sudah rusak. Fasilitasnya memang ada, tapi dalam keadaan rusak. Itu yang saya takutkan," lanjutnya.

Indra berharap, pihak Taman Bungkul memberikan teguran kepada masyarakat non difabel yang menggunakan fasilitas kamar mandi bagi difabel.

Hari Peduli Sampah Nasional, Kapolres Pamekasan Bersih-Bersih di Sepanjang Jalan TPA Desa Angsanah

Sementara itu salah satu pelanggar, Lilis, seorang pelajar menuturkan, dirinya tidak tahu jika kamar mandi tersebut diperuntukkan bagi  difabel.

"Saya tidak tau karena kan memang bersebelahan dengan kamar mandi untuk orang non difabel. Saya kira sama saja, pintunya sama-sama terbuka," tutur Lilis.

"Soalnya kadang yang kamar mandi (non difabel) itu kan penuh, jadi pakai kamar mandi (difabel) ini," lanjutnya.

Arema FC Vs Persib Bandung, Sebanyak 1223 Aparat Keamanan Siap Amankan Laga Super Big Match

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved