Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Sarankan Petani Bermain di Hilir, Potong Rantai Distribusi

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika memberikan beberapa tips kepada para petani agar harga komoditas stabil dan tidak dipermainka

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Sarankan Petani Bermain di Hilir, Potong Rantai Distribusi
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Suasana Seminar 'Kemajuan Pembangunan Kemajuan dan Tantangannya' di Hotel Alana Jalan Ketintang Baru I, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika memberikan beberapa tips kepada para petani agar harga komoditas stabil dan tidak dipermainkan oleh tengkulak.

Cara yang pertama adalah para petani harus menguasai baik itu sektor hulu maupun sektor hilir.

"Kalau kita hanya melakukan produksi tapi tidak menguasai rantai pasok di hilirnya, itu tidak akan ada perubahan pada nasib petani," kata Erani, saat menjadi narasumber pada acara Seminar 'Kemajuan Pembangunan Kemajuan dan Tantangannya' di Hotel Alana Jalan Ketintang Baru I, Kamis (21/2/2019).

Alun-Alun Gresik Segera Diresmikan, Exs PKL Unjuk Rasa ke DPRD Meminta Tempat Berjualan

Belalang Goreng Olahan Fatmawati Asli Mojokerto Tembus Pasar Luar Jawa, Rasa Pedas Jadi Idola

Risma Target Pelebaran Jalan Wonokromo Surabaya Rampung Tahun ini, Bisa Dilalui 4 Lajur Kendaraan

Menurut Erani, petani juga harus menguasai permintaan pasar dan mengetahui kebutuhan konsumen sehingga bisa memotong rantai distribusi.

"Di ITB ada kelompok anak-anak muda yang menginisiasi usaha yang namanya 'Lima Kilogram', bawang merah milik petani diolah dengan berbagai olahan sangat bagus lima kiloan, lalu menggandeng beberapa retail yang bisa langsung bersentuhan, itu memotong rantai pasok," kata Erani.

Yang kedua, petani harus membentuk perkumpulan bisa berbentuk koperasi agar mempunyai posisi tawar.

"Kita tidak bisa sendiri, kalau petani punya 0.3 hektar, bisa memproduksi padi 1-1.5 ton itu tidak punya posisi tawar dan tidak bisa investasi penggilingan padi, dan skala ekonomi nya tidak ada," kata Erani.

Erani juga mencontohkan, perusahaan yang sudah besar pun untuk mengatur harga harus bekerjasama dengan perusahaan lain.

"Kita harus mempunyai spirit membangun kerjasama, jangan gengsi dan kalau kita main di hulu terus, barang mentah kesejahteraan itu susah dicapai," pungkasnya. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved