Breaking News:

Berita Sampang

30 Ribu Lebih Warga Sampang Tak Punya E-KTP, Hal Penting ini yang Menjadi Kendala

Tercatat 30 ribu lebih masyarakat Kabupaten Sampang tidak melakukan perekaman e-KTP.

KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
ilustrasi e-KTP 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG- Tercatat 30 ribu lebih masyarakat Kabupaten Sampang tidak melakukan perekaman e-KTP.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menilai hal tersebut karena tingkat kesadaran masyarakat relatif rendah.

Data yang telah di himpun oleh TribunMadura.com, tercatat per 31 Desember 2018 jumlah penduduk wajib memiliki KTP sebanyak 630.518 jiwa, dari 856.414 penduduk yang ada di Kabupaten Sampang.

Jalur Lintas Selatan Jawa Timur Akan Tersambung, ada Tiga Sektor yang Ikut Kena Imbas

Kisah Chandra Kirana Guru yang Ingin Seni Batik Mendunia, Satu Karyanya Sudah Jadi Hak Paten

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Tuban Terputus karena Usia, Akses Jadi Tersendat

Sedangkan dari 630.518 penduduk yang wajib ber KTP, sebanyak 596.18 jiwa penduduk yang memiliki KTP.

Saat ditemui Kabit Piak dan PD Dispendukcapil Kabupaten Sampang, Edi Subinto mengatakan per 31 Desember tercatat 34.338 jiwa penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP, Jumat (22/2/2019).

"Masih banyaknya jumlah peduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP ini dikarenakan masyarakat belum merasakan kemanfaatan dokumen tersebut," ujarnya, Jumat (22/2/2019).

Guru IM Mangkir Panggilan Penyidik Polres Malang Kota, Polisi Siap Kirim Surat Panggilan Kedua

Tak Disahkan DPRD Pamekasan, Wakil Bupati Pamekasan Akan Koreksi RPJMD yang Dianggap Data Lama

Atasi Masalah Mata Panda dan Kantung Mata di Larissa Aesthetic Center, Harganya di Bawah Rp 300 Ribu

Edi Subinto pun menilai letak geografis pun menjadi kendala masyarakat tidak melakukan perekaman e-KTP.

"Secara geografis khusus daerah pedesaan jangkauan ke Kecamatan sebagai tempat perekaman memiliki jarak yang jauh," jelasnya.

Sehingga saat ini Dispendukcapil menyediakan mobil keliling yang dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan masyarakat ke tingkat desa.

Namun, Dispendukcapil saat beroprasi juga memiliki kendala pada kualitas jaringan internet saat berada di desa.

"Kita juga memiliki kendala saat beroprasi di pedesaan mas yaitu kurangnya kualitas internet saat berada di pedesaan jadi membuat kita menjadi terhambat," katanya kepada TribunMadura.com.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved