Jumat, 22 Mei 2026

Berita Surabaya

Mahfud MD Geram Penyebaran Hoax, Sebut Pembuat dan Penyebarnya Adalah Setan Pengacau

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menyebut, pembuat maupun penyebar hoax adalah setan pengacau.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/NUR IKA ANISA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD usai acara Gerakan Suluh Kebangsaan di Stasiun Gubeng Surabaya, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menyebut, pembuat maupun penyebar hoax adalah setan pengacau.

Hal ini ditegaskan Mahfud MD lantaran merasa prihatin terhadap perkembangan situasi politik yang disertai hoax secara terus menerus untuk mengacau Pemilu 2019.

"Menurut saya yang bikin hoax itu setan, anaknya iblis pembuat hoax itu," tegas Mahfud MD usai acara Gerakan Suluh Kebangsaan di Stasiun Gubeng Surabaya, Kamis (21/2/2019).

Jembatan Antar 2 Kecamatan di Tuban Terputus hingga Tak Bisa Dilalui Akibat Hujan Deras

Mahfud MD mengaku prihatin, lantaran meski sudah dikonfirmasikan kebenarannya, berita bohong atau hoax itu tetap dikembangkan.

"Hoax itu satu gerakan untuk menyebarkan informasi sesat yang semakin dijelaskan bahwa itu sesat, semakin dikembangkan. Nah itu gerakan untuk mengacaukan," lanjut Mahfud.

Oleh sebab itu, melalui penggagasan Gerakan Suluh Kebangsaan, pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk menjauhi berita hoax.

Selain itu, Gerakan Suluh Kebangsaan juga mengajak masyarakat untuk tidak golput Pemilu 2019.

Polres Malang Kota Periksa Guru IM, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Siswa SDN Kauman 3, Hari Ini

"Begini, orang yang golput itu biasanya orang idealis, ingin yang terbaik betul, tetapi calon-calon kita kok tidak baik. Saya golput saja," jelas Mahfud MD.

"Nah itu justru rugi, karena nanti yang akan terpilih dari calon-calon yang tersedia itu yang terpilih pasti yang lebih jelek," sambungnya.

Pria yang menjabat sebagau Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini mengatakan, akan melakukan perjalanan yang diberi nama Jelajah Suluh Kebangsaan dengan moda transportasi kereta api dari Merak, Jawa Barat ke Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kami di sini tidak mengkampanyekan siapa, kami disini menganjurkan untuk memilih siapa saja, pokokya memilih. Jangan sampai golput karena itu hak esklusif konstitusi yang diberikan kepada WNI untuk memilih," pungkasnya.

Hendak Antar Cucunya Beli Pentol, Wanita Paruh Baya Asal Pamekasan Tewas Tersengat Listrik

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved