Breaking News:

Polsek Nongkojajar Pasuruan Berinovasi, Sulap Halaman Polsek jadi Taman Edukasi untuk Masyarakat

Suasana Polsek Nongkojajar memang tak biasa seperti polsek pada umumnya. Suasananya sangat asri. Polsek ini memang sengaja diubah dan kini menjadi tem

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Shukiyanto bersama anggotannya saat merawat bunga Krisan di halaman belakang polsek. 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN- Suasana Polsek Nongkojajar memang tak biasa seperti Polsek pada umumnya. Suasananya sangat asri. Polsek ini memang sengaja diubah dan kini menjadi tempat edukasi sekaligus wisata bagi masyarakat di sekitar Polsek Nongkojakar ini.

Polsek Nongkojajar ini berada di ketinggian. Lokasinya berada di jalan menuju kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Meski jauh dari perkotaan, Polsek ini memiliki konsep yang apik dalam memberikan pelayanan.

Masuk ke area Polsek, pengunjung pun akan disambut dengan taman lalu lintas. Di sini, ada hamparan tanaman dan rumput yang tumbuh dan berkembang. Rumput dan bunganya bermekaran. Perpaduan ini membuat mata pengunjung jadi segar.

Awali Kunjungan di Jawa Timur, Prabowo Temui Habaib dan Ribuan Santri di Mojokerto

Angkat Potensi Desanya, Warga Mojokerto Buat Batik Corak Khas Majapahit, Dibanderol Sampai Rp 3 Juta

Dandim 0827/Sumenep Kunker di Wilayah Kecamatan Batuputih, Siapkan Pembukaan TMMD ke - 104

Selain ada rumput dan tanaman, juga ada rambu-rambu lalu lintas di dalamnya. Ada tanda belok, ada tanda berhenti, dilarang parkir dan masih banyak lagi. Pemasangan rambu - rambu ini sengaja disebar di seluruh sudut Polsek.

"Kami sengaja buat taman lalu lintas, agar anak-anak dan masyarakat bisa belajar. Targetnya, agar mereka memahami rambu yang ada. Minimal mengerti dan tidak melanggar rambu," kata Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Shukiyanto, Minggu (24/2/2019) pagi.

Shukiyanto, sapaan akrab Kapolsek, menjelaskan, beberapa kali, ada anak-anak dari sejumlah taman kanak-kanak di sini datang ke Polsek. Ia mengaku sengaja mengundang anak-anak, agar mereka belajar.

Jusuf Kalla Sebut Puisi Neno Warisman Strategi Kampanye yang Keliru, Karena Mengandung Hal ini

Emil Dardak Beri Motivasi Millenial Agar Punya Etos Kerja dan Budi Pekerti

Pemkot Surabaya Garap Serius Pengembangan Wisata Pesisir Pantai Kenjeran, ada Kereta Gantung Juga

"Pendidikan keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak anak-anak. Jadi sejak kecil, mereka sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang ada. Kami ajarkan, kalau ada tanda P ini merupakan tanda parkir, dan masih banyak lagi," lanjut dia.

Setelah dari taman lalu lintas, sedikit bergeser ke belakang Polsek, ada kebun bunga krisan. Kebun seluas 10 x 10 meter ini dibuat oleh anggota Polsek. Krisan merupakan bunga khas Pasuruan yang banyak ditemukan di Tutur dan Nongkojajar.

"Ini kebun edukasi juga. Jadi siapa saja, boleh belajar dan melihat bunga-bunga krisan di sini. Bagaimana cara menanamnya, bagaimana cara merawatnya hingga tumbuh berkembang dan masih banyak lagi. Kami siap melayani untuk memberikan eduksi," jelasnya.

Sebenarnya, ia mengaku, lahan-lahan itu dulunya berantakan tidak berfungsi secara maksimal. Akhirnya, ia pun membuat taman lalu lintas dan kebun krisan ini. Tujuannya agar bisa jadi tempat jujukan dan tempat bermain dan belajar. (Galih Lintartika)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved