Pilpres 2019

Gaet Kaum Milenial, Sekjen PKB Ajak Pilih Capres yang Keluarganya Harmonis dan Tak Punya Sedikit

Gaet Kaum Milenial, Sekjen PKB Ajak Pilih Capres yang Keluarganya Harmonis dan Tak Punya Sedikit.

Gaet Kaum Milenial, Sekjen PKB Ajak Pilih Capres yang Keluarganya Harmonis dan Tak Punya Sedikit
TRIBUNMADURA/BOBBY KOLOWAY
Hanif Dhakiri, Sekjen DPP PKB saat menghadiri Deklarasi Milenial mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Maruf Amin di Surabaya, Sabtu (2/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri mengajak generasi milenial ikut menyukseskan pemilu dengan menggunakan akal sehat. Hal ini ia jelaskan kala menghadiri Deklarasi Milenial mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Maruf Amin di Surabaya, Sabtu (2/3/2019).

Menurut Hanif Dhakiri, berbagai capaian Jokowi selama empat tahun menjabat sebagai presiden RI. Di antaranya sektor ketenagakerjaan yang meningkat tiap tahunnya.

Jokowi, kata Menteri Ketenagakerjaan ini, telah menuntaskan janji penyediaan lapangan kerja selama menjabat.

"Di sektor lapangan kerja, Pak Jokowi berjanji menciptakan 10 juta lapangan kerja 10 tahun. Artinya, pertahun, 2 juta lapangan kerja," kata Hanif pada sambutannya.

"Namun, Sampai 4 tahun, sudah tersedia 10,5 juta lapangan kerja. Ini fakta dan data. Orang boleh suka, tidak suka, Pak Jokowi janjinya lima tahun, alhamdulillah empat tahun terpenuhi," kata Hanif disambut tepuk tangan penonton.

Oleh karenanya, dia menyebut Jokowi sebagai sosok yang berpengalaman. Dengan nada tinggi, ia lantas menjelaskan politik akal sehat.

"Kalau ada yang bilang politik akal sehat, kami setuju. Di dalam pemilu, kita harus menggunakan akal sehat," tegasnya.

Menurutnya, pedoman ini sesuai dengan karakteristik Jokowi-Ma'ruf. "Mempertimbangkan pemimpin akal sehat. Jika pertimbangan ulama, pilih yang ada ulama. Jika pertimbangannya kerja, pilih yang sedang kerja. Siapa?," tanya Hanif yang sontak disambut teriakan nama 'Jokowi' saling bersahutan.

"Kalau pertimbangannya prestasi, kita pilih prestasi. Kalau pertimbangannya pengalaman, kita pilih yang berpengalaman. Kalau kaya, yang paling tidak kaya. Kalau lahan, pilih yang tidak punya lahan. Kalau keluarga, pilih yang paling harmonis keluarganya," imbuhnya.

"Itu namanya akal sehat. InsyaAllah yang baik-baik ada di Pak Jokowi," tandasnya.

Sebelum Hanif Dhakiri memberikan sambutan, para peserta yang merupakan alumni dari 61 SMA baik negeri maupun swasta di Surabaya mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Maruf Amin. Deklarasi dipimpin oleh tokoh milenial asal Surabaya, Seno Aji Bagaskara.

Hadir pada acara ini, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, kemudian politisi PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, hingga Emil Elestianto Dardak.

Hanif Dhakiri mengingatkan para alumni yang menjadi relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja keras di sisa waktu kampanye ini.

"Waktu kita tinggal 45 hari, waktu yang tidak panjang. Namun, pekerjaan kita tinggal sedikit waktu. Kita harus memaksimalkan untuk kebaikan kita untuk Indonesia yang kita banggakan," tandasnya.

"Gerak kita, jangan hanya di sosmed, namun juga dilapangan. Caranya, dengan gerakan door to door, kita sapa masyarakat," imbuhnya.

Penulis: Bobby Koloway
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved