Pilpres 2019

Survei Terbaru Polmark Indonesia, Elektabilitas Jokowi 40,4 % Vs Prabowo 25,8 %: Hasilnya Tak Lazim

Survei Terbaru Polmark Indonesia, Elektabilitas Jokowi 40,4 Persen, Prabowo 25,8 Persen: Hasilnya Tak Lazim.

Survei Terbaru Polmark Indonesia, Elektabilitas Jokowi 40,4 % Vs Prabowo 25,8 %: Hasilnya Tak Lazim
TRIBUNMADURA/BOBBY KOLOWAY
Eep Saefulloh Fatah, Founder dan CEO Polmark Indonesia saat menyampaikan hasil survei lembaga yang dipimpinnya di Forum Pikiran Akal dan Nalar, di Surabaya, Selasa (5/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lembaga survei, Polmark Indonesia merilis hasil survei terbarunya untuk memotret potensi keterpilihan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019, alias survei Pilpres 2019.

Hasilnya, Polmark Indonesia menilai kondisi Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Jokowi-Maruf Amin yang juga petahana disebut dalam kondisi tak aman.

Berdasarkan survei yang dilakukan di 73 dapil se-Indonesia, Jokowi-Maruf Amin unggul cukup telak, dengan meraih 40,4 persen.

Sedangkan penantangnya, Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya meraih 25,8 persen.

"Sedangkan sisanya, sekitar 33,8 persen masih belum menentukan pilihan atau undecided voters," tegas Eep Saefulloh Fatah, Founder dan CEO Polmark Indonesia, saat menyampaian hasil survei lembaganya, di Forum Pikiran Akal dan Nalar, di Surabaya, Selasa (5/2/2019).

Hasil Survei Terbaru SSC untuk Pilpres 2019, Jokowi-Makruf Amin Tetap Ungguli Prabowo-Sandi di Jatim

Kampanye Politik Zaman Now, Sandiaga Uno Blak-blakan Ngaku Sering Disawer, Jumlahnya Bikin Dia Kaget

Skor Akhir PSS Sleman Vs Madura United, Laskar Sapeh Kerrab Bungkam Elang Jawa dengan Skor 2-0

Istri Menolak Diajak Hubungan Badan Usai Pulang Kerja, Suami ini Melampiaskan Lewat Senjata Tajam

Meskipun unggul, elektabilitas Jokowi-Maruf Amin berdasar hasil survei Polmark Indonesia ini belum terbilang aman. Pasalnya seorang petahana tidak selazimnya memiliki elektabilitas di bawah 50 persen.

"Kalau masih di bawah 50 persen, belum angka aman. Kita bisa melihat, petahana yang kalah pada pilkada DKI Jakarta di 2012 dan 2017 silam memiliki gejala yang sama," jelasnya.

Hal ini, lanjut Eep Saefulloh Fatah, diperparah dengan pemilih yang mantab mendukung Jokowi-Maruf Amin baru sebesar 31,5 persen. Sedangkan sisanya masih berpeluang mengubah pilihan.

"Sehingga, kalau melihat potensi itu, masih ada 48 persen pemilih yang masih bisa diperebutkan," tandasnya.

Survei Charta Politika: Masyarakat Jatim Paling Puas, Elektabilitas Jokowi 53,2 % Vs Prabowo 34,1 %

Eep Saefulloh Fatah menilai, masing-masing pasangan calon masih memiliki potensi yang sama untuk menang di sisa waktu kampanye jelang pemungutan suara pada 17 April mendatang. Sekalipun, selisih keduanya cukup lebar.

Halaman
1234
Penulis: Bobby Koloway
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved