Breaking News:

Banjir Terjang Jatim

Masih Fokus Penanganan Korban, Pemprov Jatim Akui Belum Berencana Tambah Anggaran Penanganan Bencana

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur belum berencana menambah pos penanganan bencana tahun ini. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak m

TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, memberikan jawaban kepada wartawan saat akan meninggalkan gedung Bakorwil Bojonegoro, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur belum berencana menambah pos penanganan bencana tahun ini. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan kajian terhadap bencana banjir yang baru saja terjadi.

"Sekarang kami masih belum menghitung persisnya. Berbagai dampak-dampak ini masih direkap," kata Emil ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (8/3/2019).

"Kami masih fokus pada penanggulangan korban-korban bencana. Utamanya, untuk memberikan dukungan logistik kepada semua korban," urai mantan Bupati Trenggalek ini.

Setiap Hari Makan Tempe? Dont Worry, Berikut Kandungan Tempe Makanan Khas Anak Kost di Akhir Bulan

Angka Swing Voter di Lembaga Survey Capai 48 Persen, TKD Jatim Optimis Banyak yang Akan ke Jokowi

Bangkalan Akan Punya Islamic Science Park, Pasar Syariah Internasional Mirip yang di London Inggris

Meski demikian, pemrov Jatim telah mengeluarkan anggaran di melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

"Posnya ada di BPBD Jatim dan juga ada dalam bentuk penanganan kerusakan pasca bencana melalui Belanja Tak Terduga (BTT)," kata Emil.

Oleh karenanya, hingga saat ini, pihaknya belum berencana menambah pos anggaran untuk penanganan bencana. "Hal ini akan kami hitung dulu dengan matang baru kami bisa berkomentar," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim, mengungkap bahwa pemrov Jatim memiliki anggaran cadangan untuk biaya penanganan bencana andai anggaran masing-masing instansi terkait tak cukup. Tiap tahunnya, Pemrov Jatim menyiapkan Rp100 miliar melalui BPKAD.

KPU Jatim Terus Lakukan Verifikasi WNA yang Masuk DPT, Ajak Pihak Terkait Bekerjasama

Temukan Struktur Bangunan Purbakala Mirip Masa Majapahit di Malang, Peneliti Akan Lakukan Ekskavasi

Pelaku yang Buang Bayinya di Makam Kamsota Sumenep, Diduga Karena Cerai dari Suaminya

"Tiap tahun kita siapkan Rp100 miliar. Siap pakai. Begitu ada (status) tanggap darurat, kemudian ada pernyataan BPBD Jatim masuk ke Gubernur, kami jalankan. Uang kita keluarkan," jelasnya.

Namun, Jumadi menegaskan bahwa anggaran tersebut menjadi solusi terakhir apabila ada kekurangan di masing-masing instansi.

"Sebenarnya, juga ada uang yang standby di masing-masing dinas. Misalnya, Dinas Sosial, BPBD, dan beberapa dinas lain. Kalau kurang, uang tanggap darurat kami siapkan," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Koloway
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved