Breaking News:

Bocah yang Tenggelam di Sungai Brantas Sempat Pamitan ke Rumah Teman Usai Pulang Sekolah

Tangis Juminem (65) pecah saat petugas Polres Blitar Kota bersama petugas Basarnas mendatangi rumah orang tua Suryadi (8), Imam Mualip (50), di Dusun

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Nenek Suryadi, Juminem dan ayah Suryadi, Imam Mualib saat menemui petugas Basarnas di rumahnya. 

"Saya sudah bilang jangan main ke sungai," ujarnya.

Ayah Suryadi, Imam Mualib menambahkan saat Suryadi pamit pergi ke rumah temannya, dia sudah berada di rumah. Imam sebelumnya juga mencari ikan di sungai. Saat itu, Imam sedang menggoreng ikan hasil mencari di sungai.

Karena curiga, Imam kemudian mencari Suryadi ke rumah temannya, tapi tidak ada. Lalu, Imam mencari Suryadi ke sungai. Imam tidak menemukan Suryadi di sungai. Imam hanya menemukan sepeda Suryadi di jalan pinggir sungai.

"Saat itu, saya langsung menduga kalau anak itu hanyut di sungai. Saya langsung memberitahu warga dan perangkat desa," katanya.

Lawan Borneo FC di Laga Penentu Piala Presiden, Madura United Dipastikan Tak Diperkuat Asep Berlian

Kapasitas Hanya Untuk 255 Orang Tapi Dihuni 609 Napi, Heri Dengan Mudah Kabur Dari Lapas Tulungagung

Tarik Dosen Diaspora di Luar Negeri Balik Indonesia Jadi ASN, Ini yang Akan Dilakukan Menristekdikti

Menurut Imam, Suryadi baru pindah ke Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar baru dua bulanan ini. Sebelumnya, Suryadi ikut neneknya di Wonotirto, Kabupaten Blitar.

Sejak dua bulan lalu, Imam memboyong istri dan anak-anaknya ke rumah orang tuanya di Dusun Mojo.

"Anak itu mainnya hanya di sekitar sini saja. Dia baru dua bulanan pindah ke sini," ujarnya. (Samsul Hadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved