Penjual Bakso Beli Smartphone Harga Murah, Malah Ditangkap Polisi Karena Dugaan Penadah HP Curian

Mastur Rozi, warga Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Malang, Selasa (12/3/2019). Pria berusia 34 tahun

Penjual Bakso Beli Smartphone Harga Murah, Malah Ditangkap Polisi Karena Dugaan Penadah HP Curian
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Tersangka Mastur Rozi, saat diinterogasi oleh Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris dan petugas Satreskrim Polres Malang, Selasa (13/3/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Mastur Rozi, warga Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Malang, Selasa (12/3/2019). Pria berusia 34 tahun tersebut ditahan karena tuduhan menjadi penadah Handphone (HP) curian.

Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris menjelaskan, tersangka ditangkap dirumahnya beserta barang bukti HP merk Asus.

Berdasarkan hasil penyelidikan, HP tersebut sempat dilaporkan hilang karena dicopet saat korban menonton pertandingan sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Tepatnya pada bulan Februari 2019 lalu.

Intiland dan Tribun Jatim Network Berbagi dan Jajaki Kolaborasi

Inilah Wujud Asli Pikachu di Dunia Nyata, Ternyata Tergolong Hewan Langka, Simak Fakta Unik Lainnya

Bupati Sampang Minta Semua OPD dan Camat Salat Berjamaah, Dengar Azan Semua Pekerjaan Harus Berhenti

"Kala itu, mengetahui dirinya alami kehilangan, korban langsung membuat laporan polisi, yang selanjutnya kami lakukan penyelidikan," beber Afrizal di ruangannya, Selasa (12/3/2019).

Di sisi lain, tersangka mengaku mendapatkan HP tersebut dari pelanggannya. Kala itu, tersangka membeli HP tersebut seharga Rp 430 ribu.

"Saya membelinya batangan pada 11 Februari lalu. Ketika menjual sama sekali tidak mengatakan apa-apa, hanya menjual HP saja," ungkap tersangka yang sehari-hari berjualan bakso itu.

Tersangka menambahkan, tujuan dirinya membeli HP tersebut adalah untuk diberikan kepada anaknya. Karena anaknya tak suka HP tersebut, ia berniat menjualnha kembali dengan menawarkan harga senilai Rp 500 ribu.

"Belum sempat terjual saya ditangkap. Saya benar-benar tak tahu HP tersebut hasil tindak kriminal," bebernya menyesal. (Erwin Wicaksono)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved