Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Tindaklanjut Laporan BPN Soal 17,5 Juta Data Pemilih Tak Wajar, KPU Jatim Sebut Semua Pemilih Valid

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menindaklanjuti laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi soal dugaan data pemilih tak wajar

TRIBUNMADURA.COM/BOBBY KOLOWAY
Komisioner KPU Jatim Divisi Informasi dan Data KPU Jatim, Nurul Amalia kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (12/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menindaklanjuti laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi soal dugaan data pemilih tak wajar yang mencapai 17,5 juta nama. Saat ini, KPU Jatim telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk memverikasi nama-nama yang dinilai tak wajar.

"Terkait data dari BPN, kami telah meneliti data ke kabupaten/kota untuk disisir. Teman-teman (KPU) kabupaten/kota sejauh ini sudah mengumpulkan beberapa hasil," ujar Komisioner KPU Jatim, Nurul Amalia kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (12/3/2019).

Nurul mengatakan bahwa beberapa nama yang memiliki persamaan di tanggal maupun bulan lahir adalah valid. Sehingga, bukan termasuk data ganda.

4 Rumah di Perumahan Sukomulyo Disatroni Maling Sekaligus, Jutaan Uang Sekolah & Keris Pusaka Dicuri

Usai Sidang, Ahmad Dhani Teriakkan Tanggal Konser Hadapi Dengan Senyuman yang Sempat Batal

Nekat Boncengan Empat, Pengendara Motor Cewek ini Tewas Mengenaskan Disenggol Truk di Gresik

"Beberapa klaim (BPN), ada yang sudah kami cek. Terbukti, (pemilih) tersebut memang ada (bukan ganda)," katanya.

Namun, pihaknya menyebut beberapa pemilih tersebut memang lupa akan tanggal lahirnya.

"Jadi, ada yang memang sudah sepuh. Ingat bulannya, tapi lupa tanggalnya. Ada yang ingat bulannya, lupa tahunnya. Bahkan, ada lupa semuanya," kata Divisi Informasi dan Data KPU Jatim ini.

Tidak mengherankan apabila adanya persamaan tanggal tersebut. Sebab, hal itu mengacu pada aturan.

Bocah yang Tenggelam di Sungai Brantas Sempat Pamitan ke Rumah Teman Usai Pulang Sekolah

Mulai Padu Dengan Madura United dan Rajin Cetak Gol, Aleksandar Rakic Bertekad Persembahkan Trofi

Terjerat kasus Pengeroyokan, Begini Nasib Siswa SMKN 1 Trenggalek Saat Ikuti Ujian Nasional

"Kami terus melakukan crosscheck untuk memberikan jawaban yang pasti," ungkapnya.

Untuk diketahui, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo, melaporkan 17,5 juta nama yang menurut mereka tak wajar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan 17,5 juta nama itu ke Kantor KPU di Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Hashim Djojohadikusumo menyampaikan, pihak BPN menemukan ketidakwajaran tersebut, setelah KPU mengumumkan DPT pada 15 Desember 2018 silam.

Halaman
123
Penulis: Bobby Koloway
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved