Warga Gresik Tanami Pohon Pisang di Jalan Berlubang Sebagai Bentuk Protes

Warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik melakukan protes jalan rusak di wilayahnya. Mereka menebang pohon pisang

Warga Gresik Tanami Pohon Pisang di Jalan Berlubang Sebagai Bentuk Protes
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Warga saat melakukan aksi protes jalan rusak dengan menanam pohon pisang 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik melakukan protes jalan rusak di wilayahnya. Mereka menebang pohon pisang yang berada di lahan kemudian ditanam sekitar tujuh pohon pisang dengan roda sebagai pot di sepanjang jalan yang rusak parah.

Sebagai bentuk protes mereka menutup jalan untuk meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk segera merespon, mengingat jalan tersebut merupakan jalur alternatif Gresik - Surabaya.

Lubang jalan sedalam 10-20 centimeter yang belum juga diperbaiki itu mengakibatkan banyak pengendara roda dua terjatuh.

PKL di Pamekasan Ancam Akan Lakukan Demo, Karena Tak Terima Ditertibkan Satpol PP Pamekasan

Total KPPS Pemilu 2019 Sebanyak 30.205 Anggota, Setiap Orang Diberi Upah RP 500 Ribu

Penjual Bakso Beli Smartphone Harga Murah, Malah Ditangkap Polisi Karena Dugaan Penadah HP Curian

Wilayah Driyorejo sendiri saat ini menjadi kawasan pemukiman dan industri sehingga banyak dilalui kendaraan.

Banya kendaraan besar yang lebih memilih melalui jalan tersebut, mengingat
jalan Legundi sering terjadi kemacetan.

Salah satu warga, Samuji menjelaskan, jalan rusak di wilayahnya selain karena volume kendaraan, juga tak kunjung diperbaiki meski berkali-kali telah melaporkan kepada dinas terkait sehingga kerusakan semakin parah.

Intiland dan Tribun Jatim Network Berbagi dan Jajaki Kolaborasi

Inilah Wujud Asli Pikachu di Dunia Nyata, Ternyata Tergolong Hewan Langka, Simak Fakta Unik Lainnya

Bupati Sampang Minta Semua OPD dan Camat Salat Berjamaah, Dengar Azan Semua Pekerjaan Harus Berhenti

Terlebih lagi saat memasuki musim penghujan, membuat jalan menjadi kubangan. Ditambah minimnya penerangan jalan, mengakibatkan pemotor banyak yang terjatuh.

Akses jalan yang sempit, dan dilalyi kendaraan besar membuat jalan tersebut sering macet.

"Setiap hari ada saja pengendara motor yang jatuh, sampai puluhan, karena jalan berlubang seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan menyayangkan Pemkab Gersik yang seolah tutup mata karena lambatnya dinas PUTR dalam menanggapi keluhan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved