Berita Surabaya

Terbukti Edarkan Sabu 13,5 Kilogram, 3 Perempuan di Surabaya Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Ketiganya dituntut hukuman penjara seumur hidup karena terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 13,5 kilogram

TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Terdakwa Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Hendro Sasmito, menuntut tiga terdakwa Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura, dengan hukuman penjara seumur hidup.

Hendro Sasmito mendakwa ketiganya dengan hukuman penjara seumur hidup karena terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 13,5 kilogram dengan jeratan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU juncto No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menuntut dan menjatuhi hukuman kepada tiga terdakwa dengan penjara seumur hidup,” ujar JPU, Rabu (13/3/2019).

Driver Online Ditemukan Tewas di Gresik, Polisi Tangkap Tersangka Perampokan Berujung Pembunuhan

Adapun hal yang memberatkan ketiganya, karena perbuatan mereka bertentangan dengan program pemerintah yang memberantas peredaran narkoba.

Sebelumnya, mereka juga pernah dihukum penjara atas kasus yang sama.

Sementara pertimbangan yang meringankan, mereka sudah mengakui serta menyesali perbuatannya.

Pada sidang yang sama, jaksa Hendro Sasmito juga menuntut dua terdakwa lain, yakni Budi Santoso dan Enik Setiyawati.

Furniture Centre Royal Plaza Gelar Pameran Spring Bed dan Sofa, Ada Penawaran Khusus

Keduanya dituntut dengan pasal yang sama dengan tiga terdakwa lain.

Berkas keduanya dipisah dengan tiga lainnya karena perannya berbeda.

Aliefianti, Nina, dan Amalia, berperan sebagai kurir yang mengantarkan paket sabu-sabu, sedangkan Budi dan Enik sebagai penerimanya.

Budi dalam sidang kemarin dituntut hukuman 20 tahun penjara, sementara Enik 18 tahun penjara.

Menanggapi tuntutan dari JPU, kuasa hukum kelima terdakwa, Arif Budi Prasetijo, menyatakan keberatan.

Angin Puting Beliung Terjang Tuban, Sejumlah Rumah dan Gedung Sekolah Rusak

Ia menilai, tuntutan tersebut tidak adil untuk kelimanya.

Dia bersama para terdakwa menyiapkan pembelaan untuk dibacakan dalam sidang dua pekan mendatang.

“Tentu ini sangat tidak adil. Alasannya perbuatan mereka sama dan pasalnya sama," ucap Arif Budi Prasetijo.

"Tapi mengapa tuntutannya berbeda, mestinya harus disamakan. Misal kalau seumur hidup sekalian seumur hidup semua,” terangnya.

SM Entertainment Bantah Kabar D.O EXO Tinggalkan Agensi, Sebut Waktu Kontrak Artisnya Belum Berakhir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved