OTT KPK

Romahurmuziy Tersangka Korupsi, TKN Sebut Telan Pil Pahit dan Bukti Hukum yang Tak Pandang Bulu

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengaku kaget saat pertama kali mendengar tertangkapnya Romahurmuziy

Romahurmuziy Tersangka Korupsi, TKN Sebut Telan Pil Pahit dan Bukti Hukum yang Tak Pandang Bulu
Tribunnews
Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengaku kaget saat pertama kali mendengar tertangkapnya Romahurmuziy, Ketum PPP oleh KPK.

Hasto mengatakan, TKN tentu tidak akan menutup mata atas kasus yang menimpa Romahurmuziy karena bagaimanapun PPP merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Tetapi tentu kita tidak bisa intervensi hukum dan menghormati proses yang dilakukan oleh KPK," lanjut Hasto saat ditemui di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Sabtu (16/3/2019).

Tembak Puluhan Muslim di Masjid Christcurch Selandia Baru, Keluarga Akui Brenton Tarrant Orang Baik

Penampilan Perdana Seohyun Girls Generation usai Gabung Namoo Actors, Senyum Bahagia di Agensi Baru

Mulai Banyak Peminat, Wings Air Berikan Promo Tiket Pesawat PP Surabaya-Sumenep, Berikut Rinciannya

Dengan adanya kasus ini, lanjut Hasto, tidak akan mengurangi konsolidasi TKN dengan para partai KIK dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf termasuk PPP.

"Maka Kita terima pil pahit tersebut dan selanjutnya kita akan terus meningkatkan langkah konsolidasi untuk Jokowi-Ma'ruf," kata Hasto.

Terkait pendampingan hukum terhadap Romahurmuziy dan posisinya di TKN, Hasto mengatakan akan menunggu hingga duduk perkara dari kasus tersebut jelas terlebih dahulu.

Satu Bulan Jelang Pemilu, TKN akan Revisi Target Kemenangan Jokowi-Maruf untuk Jawa Timur

Motor Driver Ojek Online Raib Saat Pesankan Makanan Pelanggan, Sempat Dibawa Maling ke Suramadu

Senam Persadia Satu Solusi Mencegah Mati Rasa Pada Penderita Diabetes

"Kami cermati dulu, kita harus melihat fakta dengan dukungan data tidak hanya bersikap karena kita harus bijak menanggapi hal tersebut," ucapnya.

Kasus penangkapan ini, lanjut Hasto juga menjadi warning bagi semua pihak bahwa Jokowi tidak pilih-pilih dalam memberantas korupsi

"Ini membuktikan, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan yang namanya pedang keadilan korupsi tidak pandang bulu," katanya. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved