Berita Gresik

Selama Musim Hujan, Warga Desa Kesamben Wetan Gresik Kebanjiran Sembilan Kali

Sejak awal musim penghujan sampai saat ini, Desa Kesamben Wetan sudah sembilan kali kebanjiran.

Penulis: Soegiyono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SUGIONO
ilustrasi rumah yang terendam banjir 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Warga Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, yang berada di tepi Kali Avur sering berlangganan banjir.

Sejak awal musim penghujan sampai saat ini, Desa Kesamben Wetan sudah sembilan kali kebanjiran.

Dari informasi yang dihimpun, banjir tersebut disebabkan pendangkalan di Kali Avur yang melintas di desa Kesamben Wetan dan Desa Driyorejo Kecamatan Driyorejo.

Madura United Lolos ke Babak 8 Besar Piala Presiden 2019 usai Jadi Runner Up Terbaik dari Grup D

Kali yang seharusnya lebar 6 meter, menyusut menjadi 3 meter sampai 4 meter.

"Penyempitan Kali Avur itu diduga disebabkan pembangunan pabrik, sehingga kali menyempit dan dangkal," kata Ketua Komunitas Peduli Lingkungan di Driyorejo, Achmad Syakur, Jumat (15/3/2019).

"Akibatnya setiap kali hujan sering terjadi banjir," sambung dia.

Upaya dari komunitas untuk melancarkan arus air saat hujan, yaitu membersihkan sampah saat musim kemarau.

Klasemen Akhir Grup D Piala Presiden, Persija Jakarta dan Madura United Pastikan Tempat di 8 Besar

"Kami juga sudah mengirimkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup Gresik dan Dinas Pekerjaan Umum, tapi belum juga dapat tanggapan," imbuhnya.

Bahkan banjir tersebut sempat mengganggu proses belajar mengajar.

Siswa SDN 1 Driyorejo yang seharusnya ujian dan try out, diliburkan akibat gedung sekolahannya terendam banjir.

Kampung Durian di Desa Pakis Jember, Alternatif Pecinta Durian Beli Buah Murah Tanpa Tengkulak

"Keponakan saya sekolah di SDN 1 Driyorejo, kemarin diliburkan. Padahal sedang ujian sekolah dan ada yang try out," katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Dhiannita Triastuti mengatakan, Kali Avur menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

"Kami sudah bersurat untuk dinormalisasi. Surat sudah lama kita kirimkan," kata Dhiannita Triastuti. (ugy/Sugiyono).

GP Ansor Jatim Kutuk Keras Penembakan di Selandia Baru, Imbau Warga Indonesia Teguhkan Persatuan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved