Tersangka Penembakan di Selandia Baru Punya Lisensi Kepemilikan Senjata dan Beli secara Legal

Tersangka penembakan di Selandia Baru, Brenton Tarrant (28), diduga menggunakan senjata kategori A untuk melakukan aksinya.

Tersangka Penembakan di Selandia Baru Punya Lisensi Kepemilikan Senjata dan Beli secara Legal
AP 2019/radionz.co.nz
Seorang korban penembakan di Selandia Baru dibawa ke ambulans, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM - Tersangka penembakan di Selandia Baru, Brenton Tarrant (28), diduga menggunakan senjata kategori A untuk melakukan aksinya.

Dilansir Kompas.com, Brenton Tarrant diduga menggunakan senjata kategori A saat menembak para jamaah di Masjid Al Noor, Kota Chrischurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Menurut Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, Brenton Tarrant memperoleh lisensi kepemilikan senjata "kategori A" pada November 2017.

Pelaku Penembakan di Selandia Baru Brenton Tarrant Nyengir saat Berada di Pengadilan

Jacinda Ardern menyebut, Brenton Tarrant mulai membeli lima senjata api yang digunakan dalam serangan di Kota Christchurch pada bulan berikutnya.

"Faktanya orang ini mendapatkan lisensi kepemilikan dan membeli senjata. Maka, saya yakin warga mencari perubahan dan saya berkomitmen untuk itu," ujar Jacinda Ardern.

"Saya bisa katakan satu hal saat ini, undang-undang kepemilikan senjata negeri ini akan diubah," ucap Jacinda Ardern menegaskan.

Jacinda Ardern memastikan, pelaku penembakan dan dua tersangka lain, yang kini masih ditahan, tidak masuk ke dalam daftar pengawasan badan intelijen mana pun.

Kisah Korban Selamat Penembakan di Selandia Baru, Pura-Pura Mati Agar Tak Ditembak Brenton Tarrant

Pelaku sudah menerbitkan sebuah manifesto di dunia maya yang mengindikasikan niatnya melakukan serangan terhadap komunitas Muslim.

"Mereka tidak ada di dalam daftar pengawasan di sini (Selandia Baru) atau di Australia," kata Jacinda Ardern.

"Dakwaan pembunuhan individual tidak menarik perhatian komunitas intelijen atau polisi untuk kasus ekstremisme," lanjut dia.

Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved