Breaking News:

Tersangka Penembakan di Selandia Baru Punya Lisensi Kepemilikan Senjata dan Beli secara Legal

Tersangka penembakan di Selandia Baru, Brenton Tarrant (28), diduga menggunakan senjata kategori A untuk melakukan aksinya.

AP 2019/radionz.co.nz
Seorang korban penembakan di Selandia Baru dibawa ke ambulans, Jumat (15/3/2019). 

"Saya sudah meminta intelijen untuk bekerja melakukan penelitian aktivitas sejenis di media sosial atau lainnya yang seharusnya bisa segera direspons," sambungnya.

Dinkes Kota Malang Gelar Mobile VCT di Tempat Hiburan untuk Tekan Peredaran HIV

Selandia Baru sudah memperketat undang-undang kepemilikan senjata api dan hanya mengizinkan warga memiliki senjata semiotomatis sejak 1992.

Pengetatan dilakukan setelah seorang pria dengan gangguan jiwa menembak mati 13 orang di Kota Aramoana di wilayah selatan.

Namun, undang-undang di Selandia Baru masih terbilang longgar jika dibandingkan dengan negeri tetangganya, Australia.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Beri Premi Kerugian Petani yang Sawahnya Terendam Banjir

Australia memiliki undang-undang ketat soal kepemilikan senjata pasca-penembakan massal 1996.

Di Selandia Baru, semua warga berusia di atas 16 tahun bisa mengajukan lisensi kepemilikan senjata api.

Setelah pemohon menyelesaikan pelatihan dan penelitian latar belakang oleh kepolisian. Lisensi itu berlaku selama 10 tahun.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Beri Premi Kerugian Petani yang Sawahnya Terendam Banjir

Namun, sebagian besar senjata api di Selandia Baru tidak membutuhkan registrasi dan polisi tidak memiliki data seberapa banyak senjata legal atau ilegal di negeri itu.

Pada 2014, kepolisian memperkirakan, sebanyak 1,2 juta senjata api ilegal ada dalam kepemilikan warga sipil.

Jumlah itu, artinya satu dari empat warga Selandia Baru memiliki senjata api. (Kompas.com/Ervan Hardoko)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Membeli Senjata secara Legal

Proses Ekskavasi Situs Sekaran di Tol Pandaan-Malang Terkendala Cuaca, Dihentikan Tiap Turun Hujan

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved