Breaking News:

Aktivitas Gunung Bromo Kembali Meningkat, Tercatat Letusan Disertai Hujan Abu Sebanyak 28 Kali

Setelah mengeluarkan lima kali letusan sebelumnya, hari ini Gunung Bromo kembali mengeluarkan letusan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan sehari

TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Suasana Gunung Bromo 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Aktivitas Gunung Bromo terus menunjukkan peningkatan.

Setelah mengeluarkan lima kali letusan sebelumnya, hari ini Gunung Bromo kembali mengeluarkan letusan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan sehari sebelumnya.

Selama 24 jam terakhir, tercatat sudah terjadi 28 kali letusan dan disertai hujan abu bercampur pasir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat asap kawah bertekanan lemah, sedang, hingga kuat teramati dengan jelas.

Asap ini berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas hingga tebal. Sementara ketinggiannya mencapai 1.200 meter di atas puncak kawah. Letusan sebanyak 28 kali dengan amplitudo 25-34 milimeter ini berdurasi antara 17-889 detik.

Percepatan Pembangunan dan Investasi, Ketua Kadin Bangkalan Minta Presiden Keluarkan Keppres

Gubernur Jatim Khofifah Minta Pengamanan Berlapis dan Berjenjang untuk Amankan Pemilu 2019

Ribuan Jamaah Padati Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Hadiri Istighotsah Bersama KH Maruf Amin

Sedang tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-30 mm (dominan 2 mm). Sempat terjadi hujan abu. Abu menyebar mengikuti arah mata angin. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, barat, dan barat laut.

Sejauh ini, status Bromo masih tetap sama yakni level II atau dalam tahap waspada. "Masyarakat dan pengunjung diharapkan mematuhi rekomendasi jarak aman sejauh 1 kilometer dari kawah Bromo. Statusnya ya masih sama kayak kemarin. Cuma letusannya memang lebih banyak dibandingkan kemarin," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi.

Ia menyampaikan, pihaknya berencana memasang kamera CCTV di Bromo. Salah satu tujuannya adalah memudahkan pengawasan dan pemantauan gunung bromo itu. Namun, rencana itu masih akan disinkronkan.

Khofifah Tegaskan Dirinya Menolak Namanya Dimasukkan Kandidat Ketua Umum PPP

Drama Korea The Guest Segera Dibuat Versi Film, Kim Dong Wook dan Kim Jae Wook Berpeluang Reuni

Berikut Tips dari Pria Indigo, Cara Membedakan Rumah Makan yang Menggunakan Penglaris Atau Tidak

"Saya belum bisa memastikan, CCTV itu akan kami letakkan dimana. Ini hanya untuk alat bantu saja, jadi biar lebih mudah diawasi saja," jelasnya.

Sementara itu, tak hanya hujan abu, kondisi ini membuat lereng bromo terpapar pasir vulkanis. Sejumlah tanaman lereng tengger dan kendaraan wisata tertutup material vulkanis tebal. Sebaran abu, memapar sedikitnya empat desa di lereng tengger.

Sejumlah wisatawan mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Bahkan mereka terpaksa menggagalkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di lereng bromo, karena takut terpapar pasir vulkanik.

"Saya tidak berani jauh - jauh. Kalau biat spot foto, memang bagus saat vulkanik ini. Tapi, saya takut juga kalau tidak mengikuti aturannya. Jadi, lebih baik, saya batalkan untuk naik ke kawah," pungkas dia. (Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved