Breaking News:

Berita Surabaya

Mengaku Butuh Biaya Sekolah Anak Sebesar Rp 200 Ribu, Pria Asal Sidoarjo Todong Sopir Truk

Tersangka ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap sopir truk di kawasan Margorejo, Kota Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/M ROMADONI
Polisi saat menunjukan barang bukti pemerasan sopir truk di kawasan Margorejo, Kota Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Anggota Polsek Tandes meringkus M Riduan (41), warga Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Tersangka ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap sopir truk di kawasan Margorejo, Kota Surabaya.

Kapolsek Tandes, Kompol Kusminto menjelaskan, tersangka naik ke bak truk menghampiri korban, yang berada di kursi kemudi.

Wilayah Pasuruan Timur Terendam Banjir, Akses Jalan Alternatif Probolinggo Menuju Purwosari Putus

Menurut Kompol Kusminto, tersangka membentak korban agar memberinya uang.

Tersangka menolak beberapa uang yang diberi korban, mulai dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 100 ribu.

"Korban ketakutan karena tersangka tidak mau turun dari kendaraannya. Justru mengambil tas milik korban yang berisi surat kendaraan dan barang berharga," ungkap Kompol Kusminto, Rabu (20/3/2019).

Kompol Kusminto mengatakan, korban terpaksa memberikan uang Rp 200 ribu.

Spesialis Pencuri Barang Jamaah di Masjid Dibekuk Polisi, Betisnya Ditembak saat Berusaha Kabur

Untuk menakuti korbannya, tersangka memakai atribut berlogo jangkar.

"Kami dapat laporan ada aksi pemerasan sopir truk anggota mencari tersangka di lokasi kejadian," ujar Kompol Kusminto.

Kompol Kusminto menambahkan, berbekal informasi dari korban terkait ciri-cirinya pihaknya menangkap tersangka saat berada di depan SPBU Tandes.

Dari penangkapan itu, pihaknya menyita barang bukti sisa uang hasil todong senilai Rp 184 ribu.

Berselisih karena Sampah Daun, Dua Tetangga di Sidoarjo Cekcok dan Lapor ke Kantor Polisi

"Tersangka mengaku sudah melakukan pemerasan terhadap sopir truk," jelasnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku kepepet menodong sopir truk lantaran butuh uang untuk biaya sekolah anaknya.

Tersangka mengatakan, melakukan hal tersebut lantaran tidak mempunyai penghasilan.

"Saya baru kali ini terpaksa minta uang untuk bayar sekolah anak mahal satu bulan Rp 200 ribu," kata tersangka. (don).

Tolak Ajakan Pesta Miras di Bawah Jembatan Semampir Kediri, Pemuda Babak Belur Dikeroyok Anak Punk

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved