Rumah Politik Jatim

Angka Golput Pemilu 2019 di Jatim Berpotensi Masih Tinggi, KPU Gencar Lakukan Sosialisasi

Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, sosialisasi itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah partisipan dalam Pemilu 2019.

Angka Golput Pemilu 2019 di Jatim Berpotensi Masih Tinggi, KPU Gencar Lakukan Sosialisasi
TRIBUNMADURA/DANENDRA KUSUMA
KPU Kabupaten Mojokerto saat melakukan pensortiran dan pelipatan surat suara dengan melibatkan 300 relawan, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengaku, pihaknya kini tengah melakukan berbagai upaya dalam memfasilitasi sosialisasi Pemilu 2019.

Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, sosialisasi itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah partisipan dalam Pemilu 2019.

"Fasilitasi pasti. Di antaranya, terkait pelaksanaan kampanye dengan pemasangan APK. Ini bagian dari fasilitasi agar publik mengenal," kata Gogot Cahyo Baskoro saat dihubungi, Selasa (26/3/2019).

PT KAI Daop 8 Surabaya Beri Diskon Tiket On The Spot KA hingga 10 Persen untuk Berbagai Tujuan

"Kemudian, iklan kampanye kan juga ada dari KPU RI, KPU Provinsi. Ada juga, berbagai portal, misalnya di website, aplikasi KPU RI 2019, termasuk media sosial, pendekatan budaya, lomba mural, model-model sosialisasi begitu sudah kami lakukan. Jadi, banyak media yang bisa dimanfaatkan," katanya menjelaskan.

Gogot Cahyo Baskoro mengaku, menargetkan pola sosialisasi tersebut bisa mengurangi angka undecided voters pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Utamanya, kepada pemilih milenial," katanya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur, memberikan kritik keras terhadap pola sosialisasi yang dilakukan KPU Jatim.

PT KAI Daop 7 Madiun Beri Diskon 10 Persen Tiket KA Jarak Jauh dan Menengah untuk Pembelian di CFD

BPP Jatim menilai pola sosialisasi yang dilakukan KPU tak signifikan menurunkan potensi pemilih golongan putih (golput).

"Kami melihat potensi golput tidak jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya apabila tak ada perbaikan dalam pola publikasi. Bahkan, (angka golput) bisa lebih besar," kata Ketua Bidang Media BPP Jatim, Hadi Dediansyah, Selasa (26/3/2019).

Hadi Dediansyah menilai, KPU Jatim selaiknya lebih masif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat, di antaranya melalui pola kerja sama dengan media.

"Sementara itu, untuk bisa menjangkau ke lapisan bawah itu tidak ada medianya," kata Hadi Dediansyah.

Menurut Hadi Dediansyah, apabila tak segera diselesaikan, potensi golput pada pemilu yang rencananya akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang bisa mencapai dua digit.

"Bahkan potensi golput bisa mencapai 25-30 persen," katanya. (bob)

Aplikasi My Ners dari PT Alpha Darena Nutrixima, Layanan Kesehatan Mudahkan Pasien di Era Digital

Penulis: Bobby Koloway
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved