Berita Malang

Pemkot Batu Berlakukan Tiga Sistem Zonasi Pedagang, Atasi PKL yang Makin Menjamur

Pemberlakuan zonasi pedagang itu dilakukan untuk mengatasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Batu yang semakin menjamur.

TRIBUNMADURA.COM/SANY EKA PUTRI
Aktivitas PKL berjualan di jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Pemkot Batu memberlakukan zonasi pedagang di wilayah Kota Batu.

Pemberlakuan zonasi pedagang itu dilakukan untuk mengatasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Batu yang semakin menjamur.

Dalam pemberlakuannya nanti, Pemkot Batu akan membuat tiga zona, yaitu zona merah, kuning, dan hijau.

Kejahatan Perdagangan Satwa Komodo di Surabaya Terbongkar, Begini Alur Pengiriman ke Luar Negeri

Zona merah adalah zona dilarang berjualan, zona kuning boleh berjualan tetapi dibatasi oleh waktu, dan zona hijau adalah zona khusus PKL.

Kepala Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan Batu, Eko Suhartono mengatakan, saat ini pihaknya masih menentukan mana saja daerah yang ditentukan untuk tiga zona itu.

Eko Suhartono menuturkan, ada sanksi yang diberikan kepada PKL yang melanggar zonasi ini.

"Kami ada tim satgas khusus PKL dan zonasi ini. Semisal di jalan utama tidak boleh ada PKL," kata Eko Suhartono, Selasa (26/3/2019).

Polisi Gadungan Dibekuk Aparat, Kedoknya Terbongkar karena Pakai Kaus Polisi Tapi Bersandal Jepit

Menurut Eko Suhartono, paling banyak adalah zona merah, bahkan hampir 70 persen lokasi di Kota Batu.

Hal itu dilakukan agar kota Batu tampak bersih dari PKL, terutama di jalan protokol, seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Ir Soekarno.

"Begitu ada tempat baru PKL baru pun bermunculan. PKL ini musiman, untuk mengurangi itu, zonasi ini diberlakukan," imbuhnya.

Seorang PKL di Kota Batu, Misdiono mengaku, mengikuti arah pedagang lainnya untuk berjualan di Kota Batu.

Tri Rismaharini Pastikan Pemkot Surabaya Kelola Pajak dengan Amanah, untuk Bangun Jalan & Taman Kota

Ia memilih menjadi PKL musiman karena kesulitan mendapatkan tempat berjualan yang tetap.

"Ya sulit kalau seperti saya, jualan pindah-pindah. Paling dari pagi sampai siang," kata dia.

"Terus pindah ke sekolah-sekolah, atau pas ada acara mbak. Ngikutin pedagang yang lainnya," pungkasnya.(Sun)

Angka Golput Pemilu 2019 di Jatim Berpotensi Masih Tinggi, KPU Gencar Lakukan Sosialisasi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved