Berita Pamekasan

Ingin Pengrajin Batik di Pamekasan Lebih Dihargai, Ini Terobosan yang Dilakukan Bupati Baddrut Tamam

Ingin Pengrajin Batik di Pamekasan Lebih Dihargai, Ini Terobosan yang Dilakukan Bupati Baddrut Tamam.

Ingin Pengrajin Batik di Pamekasan Lebih Dihargai, Ini Terobosan yang Dilakukan Bupati Baddrut Tamam
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Gedung Pringgitan Pendopo Ronggosukowati, Jumat (29/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keseriusan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk menggairahkan kembali batik Pamekasan yang sempat mengalami pemerosotan dalam beberapa tahun terakhir dilakukan dengan membuat sejumlah terobosan.

Itu semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin batik Pamekasan sudah dibuktikan oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Di antaranya, dengan promosi batik melalui branding mobil dinas Pemkab Pamekasan bermotif batik Sekar Jagad, mengadakan pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM kepada pengrajin batik, dan promosi-promosi batik yang gencar dilaksanakan disetiap kesempatan melalui acara dan pameran batik.

Untuk meningkatkan produksi batik, Baddrut Tamam berpesan kepada pengrajin dan pelaku usaha batik Pamekasan berdasarkan permintaan dan masukan dari para koleganya di Surabaya, Jakarta, dan beberapa negara.

"Ada 3 hal yang ingin saya sampaikan kepada pengrajin dan pelaku usaha batik agar batik Pamekasan kedepannya semakin diminati konsumen. Ini masukan dari orang Surabaya, Jakarta, dan beberapa negara," ujar Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam kepada Tribunmadura.com, ketika ditemui di Gedung Pringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati, Jumat (29/3/2018)

Baddrut Tamam menyampaikan, kain batik susah apabila mau dipotong menjadi hem, motifnya tidak bertemu, ada gambar yang terpotong.

"Saya ingin pengrajin juga membuat batik yang berpola untuk laki-laki. Jadi pada saat mau dipotong motifnya pas dan bagus, tidak ada gambar yang terpotong. Ada bagian depan, belakang, lengan, krah, dan saku, yang jelas," ucapnya.

Baddrut Tamam juga menjelaskan, masalah harga batik di Pamekasan harus tetap standart dan jangan dijual terlalu murah.

"Beberapa peminat batik Pamekasan, minta untuk menaikkan harga yang standart. Jangan sampai ada batik harganya murah. Kita bermain di batik premium yang mahal, tetapi turunan yang lebih murah juga ada. Jangan ada batik dengan harga Rp 150 ribu ini bahasanya orang Jakarta, karena dengan harga demikian tidak menghargai pengrajin batik," tegasnya.

Baddrut Tamam ingin pengrajin batik di Pamekasan terus maju dan lebih dihargai dalam berkarya.

"Semua pengrajin batik di Pamekasan harus terus berkembang yang semua orientasinya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat pengrajin batik," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved