Berita Madiun

Ketagihan Judi Online, Pemuda Pengangguran di Madiun Nekat Gadaikan Mobil Tetangga

Pelaku nekad menggadaikan mobil milik tetangganya gara-gara kecanduan judi online.

Ketagihan Judi Online, Pemuda Pengangguran di Madiun Nekat Gadaikan Mobil Tetangga
TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
AW (19) saat diperiksa anggota Polres Madiun Kota karena menggadaikan mobil tetangga, Senin (1/4/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Seorang pria di Kota Madiun berinisial AW (19) warga Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, nekat menggadaikan mobil milik tetangganya berinisial GS.

AW nekat menggadaikan mobil milik tetangganya gara-gara kecanduan judi online.

Paur Humas Polres Madiun Kota, Aiptu Mashudi menuturkan, pelaku awalnya meminjam mobil tetangganya pada Kamis (21/2/2019) selama tiga hari.

Moeldoko Sebut Pemerintah Mulai Susun RUU Tentang Pondok Pesantren untuk Pembangunan Karakter

Namun, setelah tiga hari, ponsel tersangka tidak aktif saat korban menghubunginya.

Ternyata, mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi AE1092xxx milik korban digadaikan oleh tersangka.

"Karena tidak ada inisiatif untuk mengembalikan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jiwan untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Aiptu Mashudi, Senin (1/4/2019) pagi.

"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata mobil yang dipinjam digadaikan Rp 30 juta oleh pelaku," sambungnya.

9 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar Ikut UNBK di SMA YP Kotamadya

Dari hasil pengembangan, pelaku menggadaikan empat mobil yang dipinjam dari seseorang dalam waktu yang hampir bersamaan.

"Secara bersamaan tersangka juga menggadaikan empat mobil, di Goranggareng, dua TKP lagi di Kota Madiun," katanya.

Kepada polisi, pemuda pengangguran ini mengaku, uang hasil menggadaikan mobil digunakan untuk membeli kasur, selimut, dan sebaguan dipakai bermain judi online.

"Penuturan tersangka, uangnya digunan untuk membeli kasur, selimut, dan modal bermain judi online," katanya.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara. (rbp)

Kepala Staf Kepresidenan RI Bantah Ada Pembisik Jokowi, Sebut TNI Punya Renstra Tiap 5 Tahun

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved