Berita Kediri

Moeldoko Sebut Pemerintah Mulai Susun RUU Tentang Pondok Pesantren untuk Pembangunan Karakter

Moeldoko menyebut, saat ini tengah koordinasi untuk menyusun RUU tentang Pondok Pesantren.

Moeldoko Sebut Pemerintah Mulai Susun RUU Tentang Pondok Pesantren untuk Pembangunan Karakter
TRIBUNMADURA/SANY EKA PUTRI
Aktivitas santri di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn Moeldoko mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menyusun Rencana Undang-undang (RUU) tentang Pondok Pesantren.

Moeldoko menyebut, saat ini tengah koordinasi untuk menyusun RUU tentang Pondok Pesantren.

"Dengan adanya Undang-undang Pondok Pesantren, posisi pesantren akan ditempatkan pada posisi yang sangat tepat," ungkap Moeldoko saat menghadiri Mujahadah Kubro di Ponpes Wahidiyah Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (31/3/2019).

9 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar Ikut UNBK di SMA YP Kotamadya

Menurut Moeldoko, dengan adanya UU Pondok Pesantren, maka hak kewajiban dan kewajiban juga semakin nyata.

"Presiden berpesan kepada kami untuk hati-hati. Walaupun ada UU Pondok Pesantren jangan dihilangkan tradisi-tradisi yang sangat baik di pesantren," jelasnya.

Moeldoko mengungkapkan, satu di antara pertimbangan menyusun RUU tentang Ponpes karena menghadapi situasi saat ini pembangunan karakter sangat dibutuhkan.

"Pondok pesantren jangan diremehkan, karena pondok pesantren sampai saat ini masih mewarnai karakter bangsa Indonesia," jelasnya.

"Kami tidak bisa membayangkan kalau kita abai dengan kehidupan pesantren seperti apa nasib bangsa Indonesia," tambah dia.

Kepala Staf Kepresidenan RI Bantah Ada Pembisik Jokowi, Sebut TNI Punya Renstra Tiap 5 Tahun

Pada kesempatan itu Moeldoko juga menyampaikan saat ini dengan kekuatan jari-jari telah dapat mengubah segalanya.

"Maka saya katakan sekarang ada revolusi jari-jari," ujarnya.

Dampaknya, kata dia, banyak muncul berita-berita hoax dan berita fitnah yang menjadi paradok dan bakal memecah belah bangsa.

"Saat berkunjung ke Afganistan, Presiden Afganistan Asraf Gani pesan kepada Presiden Jokowi supaya berhati-hati karena Indonesia negara besar," ungkap Moeldoko

"Afganistan dengan 14 etnis dan penduduk 35 juta telah bertikai selama 40 tahun sampai sekarang belum ada titik terang selesai," imbuhnya.

Petani Padi di Jombang Keluhkan Harga Gabah Rendah Memasuki Musim Panen, Hanya Rp 3.500 per Kg

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved