Breaking News:

Berita Sumenep

Sumenep Diguncang Gempa Bumi 4,9 SR, Dua Pulau Terdampak, Lukai Siswa yang Sedang UNBK

Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter (SR) goncang beberapa daerah di Kabupaten Sumenep.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi mengguncang wilayah pulau Sumenep, Selasa, (2/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter (SR) goncang beberapa daerah di Kabupaten Sumenep.

Selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,9 SR, yang mengakibatkan dua pulau di ujung timur Madura terdampak. Selasa, (2/4/2019).

"Dua pulau yang terdampak gempa bumi itu diantaranya pulau Sapudi, dan pulau Raas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman Riadi pada TribunMadura.com.

Menurutnya, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,24 Lintang Selatan (LS) dan 114,6 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 km arah tenggara Kabupaten Sumenep pada kedalaman 10 Kilometer (KM).

"Yang terparah itu Kecamatan di pulau Raas, Karena titiknya paling dekat dibandingkan pulau Sapudi," paparnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Akibat dari gempa bumi dengan kekuatan 5,0 skala richter (SL), dan selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,9 SL itu enam rumah warga rusak, satu mushalla rusak dan satu siswa dilarikan ke rumah sakit saat mengikuti UNBK di sekolah SMA Al - Fanisa.

"Siswa itu diketahui bernama Faizal, asal Desa Brakas, Kecamatan di Pulau Raas," kata Rahman.

Sementara rincian dari enam rumah yang rusak itu diantaranya hanya tembok rumah pecah di satu Desa, Kecamatan Raas.

Dari enam pemilik rumah itu diantaranya, Mariyam (50), Surawi (34), Muhayaran (55), Watik (35), Nisa (50), dan Muhni (60).

"Satu Musollah Al Falah di Desa Kropoh, itu gentingnya rusak berat," katanya.

Pihaknya mengimbau pada warga untuk tetap siaga dan waspada, sebab gempa bumi kapan saja dan dimana saja itu bisa terjadi.

"Pemerintah akan memberikan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, misalnya sandang dan pangan. Dan mungkin fasilitas bantuan stimulan keuangan manakal itu kita lakukan asesmen masuk rusak berat atau ringan," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved