Berita Tuban

Usai Diberi Minum Tetangganya, Beberapa Saat Kemudian Pemuda di Tuban ini Tewas Mengenaskan

Usai Diberi Minum Tetangganya, Beberapa Saat Kemudian Pemuda di Tuban ini Tewas Mengenaskan

Usai Diberi Minum Tetangganya, Beberapa Saat Kemudian Pemuda di Tuban ini Tewas Mengenaskan
dy365.in/Dhivehi Sitee
ilustrasi gantung diri 

Usai Diberi Minum Tetangganya, Beberapa Saat Kemudian Pemuda di Tuban ini Tewas Mengenaskan

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Seorang pemuda ditemukan tewas tergantung di pematang sawah atau kebun yang berada di Dusun Kalagen, Desa Dawung, Kecamatan Palang, Selasa (2/4/2019), sekitar pukul 16.30 WIB.

Pemuda tersebut diketahui bernama Sigit Prayogo (27), warga Dusun Gemulung, Desa Gesikharjo, Kecamatan setempat.

Kapolsek Palang, AKP Simun mengatakan, korban ditemukan tergantung di pohon yang berada di pematang kebun setinggi sekira 2,5 meter.

Leher korban terikat tali tambang plastik warna biru yang diikatkan dengan pohon, kemudian korban menjatuhkan diri ke bawah.

"Korban gantung diri di pohon, ya meninggal dunia," kata Kapolsek saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menjelaskan, belum diketahui jelas motif gantung diri tersebut.

Hanya dari sejumlah saksi yang diperiksa menyatakan, sebelum gantung diri korban sempat datang ke rumah tetangganya lalu diberi minum.

Lalu tiba-tiba hilang dan beberapa saat kemudian ternyata saksi lain mengetahui korban sudah tergantung di sebuah pohon.

"Ya ada warga yang tahu korban sudah tergantung, lalu melaporkan kejadian tersebut," terangnya.

Petugas yang datang di lokasi langsung melakukan identifikasi dan olah TKP.

Berdasarkan keterangan medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu tali tambang plastik warna biru, dan kaos warna merah.

Lalu celana pendek warna coklat, kolor warna biru, sandal plastik warna putih, dan paket obat yang diketahui korban mengalami depresi.

"Berdasarkan keterangan keluarga korban, bahwa korban mengalami sakit depresi bertahun-tahun," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved