Berita Mojokerto

Keracunan Air Ketuban, Tubuh Balita di Mojokerto ini Hanya Tinggal Tulang dan Kulitnya Saja

Keracunan Air Ketuban, Tubuh Balita di Mojokerto ini Hanya Tinggal Tulang dan Kulitnya Saja.

Keracunan Air Ketuban, Tubuh Balita di Mojokerto ini Hanya Tinggal Tulang dan Kulitnya Saja
TRIBUNMADURA/DANENDRA KUSUMA
Asmiatun tengah menimbang berat badan Fajar di ruang tamu rumahnya di Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/4/2019). 

Asmiatun tak bisa berbuat apa-apa.

Dia tak bisa membawa Fajar ke rumah sakit, karena terkendala ekonomi.

Dirinya hanya bisa menangis dan berdoa agar Fajar segera sembuh.

Di sisi lain Jumbadi sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan petani.

Penghasilan satu minggu yang diterima Jumbadi Rp 400.000.

Penghasilan itu hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarga kecil ini.

Selain merawat Fajar, Asmiatun juga merawat kakak Fajar yang bernama Galih (12).

Berawal Kenalan Lewat Facebook (FB), Gadis 14 Tahun ini Diperkosa Empat Pria dan Motornya Dirampas

Inilah Profil Lengkap Arif Kurniawan, Pemilik Akun Antonio Banerra Pengunggah Ujaran Kebencian SARA

Sejak kecil Galih tak bisa berbicara. Saat ini, Galih bersekolah di SLB Kemlagi.

"Fajar tidak pernah dibawa ke dokter, selepas ibunya meninggal hingga kini karena faktor ekonomi. Fajar saya rawat sendiri. Setiap hari makan bubur dan minum susu," bebernya.

"Fajar tak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat). Saya tak bisa mengurus karena kesibukan mengurus Galih. Kalau sekolah Galih diantar dan dijemput. Kalau mengurus ke sana ke mari Galih tidak sekolah. Selain itu kaki saya juga sering sakit," kata Asmiatun.

Halaman
1234
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved