Berita Pamekasan

Sering Dianiaya, Dipukul & Lengan Digigit, Istri Siri Laporkan Anggota DPRD Pamekasan ini ke Polisi

Sering Dianiaya, Dipukul Ijuk Hingga Lengan Digigit, Istri Siri Laporkan Anggota DPRD Pamekasan ini ke Polisi.

Sering Dianiaya, Dipukul & Lengan Digigit, Istri Siri Laporkan Anggota DPRD Pamekasan ini ke Polisi
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Hettik Selfia didampingi kuasa hukumnya, Muslim usai melaporkan suami sirinya yang juga Anggota DPRD Pamekasan, ke Polres Pamekasan Madura, Selasa (9/4/2019). 

Sering Dianiaya, Dipukul & Lengan Digigit, Istri Siri Laporkan Anggota DPRD Pamekasan ini ke Polisi

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Hettik Selfia, warga Dusun Kalianget Timur, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura, melaporkan suaminya, Hadari yang merupakan Anggota DPRD Pamekasan ke Polres Pamekasan Madura, Selasa (9/4/2019).

Hettik Selfia merupakan istri siri dari Hadari yang sudah menikah dengan cara agama sekitar delapan bulan.

Dia akhirnya nekat melaporkan Anggota DPRD Pamekasan Hadari, suami sirinya, karena sudah tidak kuat lagi dianiayai dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), alias kasus dugaan Anggota DPRD Pamekasan aniaya istri.

Kuasa Hukum Pelapor, Muslim mengatakan, Anggota DPRD Pamekasan Hadari dilaporkan karena kliennya pada tanggal 20 Februari 2019 mengalami penganiayaan di kosnya.

Penganiayaan itu terjadi, kata Muslim, dikarenakan dibakar api cemburu. 

Keracunan Air Ketuban, Tubuh Balita di Mojokerto ini Hanya Tinggal Tulang dan Kulitnya Saja

Berawal Kenalan Lewat Facebook (FB), Gadis 14 Tahun ini Diperkosa Empat Pria dan Motornya Dirampas

Kapolres Lewat Lihat Motor Kecelakaan, Awalnya Dikira Laka Biasa, Tak Tahunya Ada Uang Ratusan Juta

Keberadaan Rian Pemakai Jasa Vanessa Angel Misterius, Artis VA Teteskan Air Mata, Pengacara: Janggal

Sebab kliennya ingin minta cerai dari Hadari dengan alasan karena sering dianiaya dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Laporannnya terkait penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor pada tanggal 20 Februari 2019 kemarin di kosnya klien kami di Desa Buddagan," tegas Muslim.

"Penganiyaan tersebut terjadi mungkin karena klien kami ingin minta pisah, tapi si terlapor bersikeras tidak ingin pisah dari klien kami. Bisa saja karena cemburu," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved