Piala Presiden

Pelatih Persebaya Ungkap Penyebab Timnya Hanya Mampu Main Imbang Lawan Arema FC, Rotasi Jadi Faktor

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, sampaikan alasan lakukan sedikit ubahan lini tengah saat Persebaya ditahan imbang Arema FC 2-2

Pelatih Persebaya Ungkap Penyebab Timnya Hanya Mampu Main Imbang Lawan Arema FC, Rotasi Jadi Faktor
TRIBUNMADURA.COM/HABIBURROHMAN
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman saat melawan Arema FC 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA – Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, sampaikan alasan lakukan sedikit ubahan lini tengah saat Persebaya ditahan imbang Arema FC 2-2, Leg 1 final Piala Presiden 2019 saat bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019).

Pada laga ini, gelandang tangguh Persebaya, M Hidayat yang alami cedera digantikan Fandi Eko menit 13. Masuknya Fandi Eko menjadikan lini tengah semakin rapuh.

Rapuhnya lini tengah, menjadikan keunggulan 1-0 lewat gol Irfan Jaya menit tujuh, berhasil disamakan lewat gol Hendro Siswanto menit 33.

Ungkap dan Posting Cuitan di Twitter #JusticeForAudrey, KPPAD Kalbar Laporkan @zianafazura ke Polda

6 Fakta di Balik Bonek Tewas Asal Jember yang Terjatuh dari Truk Saat Mbonek Persebaya Vs Arema FC

Posesif, Suami Beri Pukulan Setiap Istri Dapat Like di Facebook, Wajah Istri Lebam Susah Dikenal

Fandi Eko kemudian ditarik digantikan Osvaldo Haay menit 69 dan Djanur menggeser Manuchehr Jalilov di duetkan dengan Damian Lizio sebagai gelandang setelah awal laga Jalilov bermain sebagai sayap.

“Awal babak kami bermain bagus dengan masih bermainnya M Hidayat. Tapi setelah itu M Hidayat alami cedera, cedera bawaan dari kemarin, tapi dipaksakan main, sehinga harus kami ganti,” terang Djanur.

Sementara, tentang memainkannya Fandi Eko, dikatakan pelatih 55 tahun tersebut. Karena ia ingin menampilkan permainan lebih menekan.

“Main di kandang. memasukkan Fandi, maksut saya agar semakin mempertajam lini  serang, karena Fandi biasanya pemain lebih kedepan, dia bisa berdampingan dengan Misbakhus. Hasilnya memang tidak sesuai harapan,” tutur mantan pelatih Persib dan PSMS Medan tersebut.

Rotasi pemain yang kurang pas itu menjadikan lini tengah dikendalikan penuh Arema FC, terutama dibabak pertama.

“Dari situ lini tengah dikuasi Arema setelah Dayat keluar, karena kelihatan  Fandi kurang siap,” tutup Djanur.

Hasil imbang 2-2 kurang begitu menguntungkan bagi Persebaya menatap laga Leg 2 di markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019). (Khairul Amin)

Penulis: Khoirul Amin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved