Breaking News:

Refleksi di Hari Kartini, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Wanita Pejuang Ekonomi Adalah Kartini Riil

Refleksi di Hari Kartini, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Wanita Pejuang Ekonomi Adalah Kartini Riil

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Khofifah Indar Parawansa saat blusukan di Pasar Srimangunan, Kabupaten Sampang, Rabu (2/5/2018). 

Refleksi di Hari Kartini, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Wanita Pejuang Ekonomi Adalah Kartini Riil

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Minggu (21/4/2019), menjadi momen refleksi tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia.

Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, nilai-nilai Kartini masa kini terus digeliatkan para perempuan dari seluruh lapisan elemen dalam status sosial ekonomi level apapun.

Bahkan, menurut gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, para ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar, berjualan gorengan, para pejuang ekonomi keluarga, adalah sosok Kartini riil yang ada di sekitar kita saat ini.

Mereka yang tak kenal lelah setiap hari berjuang untuk bisa menghidupi keluarga, menjaga agar api di dapur terus mengepul dan menyisihkan penghasilannya guna memberikan pendidikan untuk para anak-anaknya adalah sosok nyata Kartini masa kini.

La Nyalla Instruksikan Pemuda Pancasila, Hadang Rencana Gerakan People Power Amien Rais Jika Terjadi

Tujuh Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Tol Gunung Sari Surabaya, Kondisinya Ringsek Semua

Ditagih Janji Potong Leher Setelah Prabowo Ungguli Jokowi di Madura, Begini Jawaban Tegas La Nyalla

"Para perempuan, ibu-ibu yang tengah malam berjualan sayur di berjualan gorengan, berjualan ikan di pasar tradisional, yang sehabis subuh mereka sudah kembali ke rumah dengan memperoleh keuntungan dari hasil berdagang, mereka memiliki kontribusi yang sangat besar ketika mereka menyisihkan keuntungan yang sedikit itu untuk biaya pendidikan anak-anaknya, mereka itu lah perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh karya," kata Khofifah mengungkapkan tentang makna Hari Kartini, Minggu (21/4/2019).

Mereka, Khofifah melanjutkan, adalah perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat bangsa dan negara.

Para ibu-ibu itu juga adalah pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga kecil yang mereka miliki.

"Terlebih saat ini sudah banyak perempuan yang masuk sektor ekonomi digital. Mereka bisa aktif berjualan namun cukup melalui gadget jadi tidak harus keluar rumah, sehingga fungsi ekonomi dan ketahanan keluarga bisa berjalan bersamaan," katanya.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, para perempuan Kartini masa kini itu harus menjadi satu kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ekonomi bangsa.

Bukan hanya para ibu-ibu dan perempuan yang ada di kawasan perkotaan saja, melainkan juga termasuk mereka para ibu-ibu dan perempuan di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan yang ada jauh di daerah perbatasan, menurut Khofifah semua harus bergandengan tangan dan terjalin koneksitas dengan sektor-sektor strategis.

"Mereka harus berjejaring dengan yang ada di kota, dengan sektor perbankan, sektor legislatif, sektor eksekutif, semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan, kekuatan masyarakat bangsa dan negara Indonesia," imbuh Khofifah.

Rommy Kena OTT KPK, Suara PPP di Jombang Diklaim Naik 120 Persen, PDIP Belum Berani & Demokrat Turun

REAL COUNT KPU PILPRES Masuk Hari ke-4, Data Masuk 61.696 TPS, Jokowi 54.49% Prabowo 45.51%, Ayo Cek

La Nyalla Blak-blakan Ditagih Janji Potong Leher Jokowi Kalah di Madura: Saya Total Tidak Main-main

Lebih lanjut, keteladanan sosok Kartini masa kini menurut Khofifah bisa diwujudkan dalam banyak hal. Terutama dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran, dan juga keberanian dari sosok Raden Adjeng Kartini.

"Selamat Hari Kartini. Kartini hari ini adalah Kartini yang punya keteguhan dan ketegaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan dimana pun mereka berada dan dalam status sosial ekonomi selevel apapun. Dan dari level manapun itu, mereka akan tetap memberikan kontribusi terhadap peneguhan masyarakat bangsa dan negara kita serta terus membangun ketahanan masyarakat bangsa dan negara Indonesia," pungkas Khofifah. (Fatimatuz Zahroh)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved