Breaking News:

Ibu Kota Negara Pindah

Jokowi Usulkan Ibu Kota Negara Pindah, Anies Baswedan Sebut Tak Buat Kemacetan di Jakarta Berkurang

Gubernur DKI Jakarta menilai rencana Ibu Kota Negara Pindah tidak membuat kemacetan di Jakarta berkurang.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ribuan kendaraan terjebak macet saat melintasi Tol Dalam Kota arah Tol Cikampek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/12/2015). 

Gubernur DKI Jakarta menilai rencana Ibu Kota Negara Pindah tidak membuat kemacetan di Jakarta berkurang

TRIBUNMADURA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai, Ibu Kota Negara Pindah ke luar Pulau Jawa tidak akan mengurangi kemacetan di Jakarta.

Menurut Anies Baswedan, kontributor kemacetan di Jakarta bukanlah kegiatan pemerintah.

"Jadi perpindahan ibu kota tidak otomatis mengurangi kemacetan, karena kontributor kemacetan di Jakarta adalah kegiatan rumah tangga dan kegiatan swasta. Bukan kegiatan pemerintah," kata Anies Baswedan di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Anies Baswedan Beri Gambaran Keadaan Jakarta Jika Ibu Kota Negara Pindah ke Luar Pulau Jawa Terjadi

Sebelumnya, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, Jokowi berencana memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa. 

Menurut Bambang Brodjonegoro, keputusan Jokowi itu diambil dengan mempertimbangkan agar Indonesia tidak Jawa sentris.

Diharapkan, nantinya pertumbuhan ekonomi bisa merata di setiap wilayah setelah rencana pemindahan Ibu Kota dilakukan.

Lebih lanjut, Anies Baswedan menyampaikan, pengguna transportasi di Jakarta dibagi menjadi tiga unsur, yaitu unsur rumah tangga, swasta, dan pemerintahan.

Jika ibu kota pindah, lanjut dia, yang akan berpindah hanyalah pemerintahan dan hal tersebut tidak akan berpengaruh pada kemacetan di Jakarta.

UPDATE SITUNG KPU RI PILPRES 2019: Jokowi-Maruf Amin Unggul Selisih 12,38 Persen dari Prabowo-Sandi

"Di catatan kami jumlah kendaraan pribadi di Jakarta sekitar 17 juta, kendaraan kedinasan 141 ribu," beber Anies Baswedan.

"Kalau pun pemerintah pindah, tidak kemudian mengurai masalah kemacetan, kemudian dihitung PNS menggunakan kendaraan pribadi, maka dalam hitungan kita pegawai pemerintah itu sampai 8 sampai 9 persen," sambung dia.

Menurut Anies Baswedan, alasan utama pemindahan ibu kota adalah untuk pemerataan penduduk dan pemerataan ekonomi, bukan untuk mengurangi kemacetan.

"Pemerintah misalnya tidak berada di ibu kota. Jadi tantangan kemacetan masih tetap tinggi," ujar Anies Baswedan.

Kuli Bangunan Perkosa Janda 35 Tahun, Rencana Pelaku Muncul setelah Kerap Bekerja di Rumah Korbannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Rencana Pemindahan Ibu Kota, Bagaimana Nasib Jakarta?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved