Berita Madiun

Pelajar SD dan SMP di Kota Madiun Hanya Sekolah 5 Hari, Pemberlakuan Dimulai Tahun Ajaran Baru Depan

Pemkot Madiun akan menerapkan lima hari sekolah bagi jenjang pendidikan SD dan SMP.

Pelajar SD dan SMP di Kota Madiun Hanya Sekolah 5 Hari, Pemberlakuan Dimulai Tahun Ajaran Baru Depan
TRIBUNMADURA/HAORRAHMAN
ilustrasi para pelajar SD 

Pemkot Madiun akan menerapkan lima hari sekolah bagi jenjang pendidikan SD dan SMP

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Pemkot Madiun akan memberlakukan kebijakan baru terkait hari belajar bagi pelajar SD dan SMP.

Di bawah kepemimpinan wali kota yang baru, Pemkot Madiun akan menerapkan lima hari sekolah bagi jenjang pendidikan SD dan SMP.

"Ya, jadi nanti pelajar SD dan SMP di Kota Madiun lima hari belajar, bukan enam hari," kata Wali Kota Madiun, Maidi, Senin (6/5/2019).

Kafe & Hotel Dilarang Gelar Live Music Selama Ramadan, Berikut Daftar Larangan dari Pemkot Blitar

"Ini akan berlaku pada tahun ajaran baru nanti," sambung dia.

Maidi mengatakan, para pelajar akan pulang sore selama lima hari sekolah itu, yaitu Senin hingga Jumat, seperti jam kerja ASN di Kota Madiun.

Maidi menuturkan, pembelajaran akademik bagi pelajar SD dan SMP, selama lima hari dirasa sudah cukup.

Sedangkan dua hari sisanya, menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mendidik dan mendampingi anak-anaknya.

"Sabtu dan Minggu nantinya bisa menjadi hari pembelajaran keluarga. Sebab, anak SD dan SMP perlu pendampingan dari keluarga," kata mantan Sekda Kota Madiun ini.

Jam Kerja ASN di Tuban Berkurang Selama Bulan Ramadan, Cek Daftar Operasional Kerja Para Abdi Negara

Maidi mengatakan, karena waktu belajar akan berlangsung hingga sore, para pelajar muslim, bisa mengikuti salat dzuhur dan ashar berjamaah di sekolah.

Waktu atau jam pulang sekolah, disamakan dengan waktu pulang kerja orangtuanya, sehingga orangtua tidak perlu izin untuk menjemput anak sekolah saat masih bekerja.

Maidi menambahkan, ketika ada anak yang mempunyai masalah di sekolah, guru bimbingan konseling harus berkunjung ke rumah anak yang bermasalah tersebut.

Dengan demikian, kata Maidi, guru BK tahu apa permasalahannya dan cara mengatasinya.

"Hasil laporan mengenai permasalahan pelajar juga harus diserahkan ke wali kota," ucap Maidi.

"Sehingga wali kota juga tahu kondisi anak-anak di wilayah yang dipimpinnya," imbuhnya. (rbp)

Masuki Bulan Ramadan, Sejumlah Bahan Kebutuhan Dapur di Sampang Madura Melonjak Naik

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved