Pilpres 2019

Prabowo Kalah di Pilpres 2019, Muslimat NU Pasuruan Tolak Gerakan People Power dan Imbau Persatuan

KPU sudah mengumumkan hasil rekapitulasi, dan hasilnya, pasangan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Prabowo Kalah di Pilpres 2019, Muslimat NU Pasuruan Tolak Gerakan People Power dan Imbau Persatuan
Kolase Instagram
Jokowi dan Prabowo dalam pertarungan Pilpres 2019 

Prabowo Kalah di Pilpres 2019, Muslimat NU Pasuruan Tolak Gerakan People Power dan Imbau Persatuan

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Ketua PC Muslimat NU Kota Pasuruan Sofiah Khusaeri ikut bersuara soal gerakan people power yang akan dilakukan setelah pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

KPU sudah mengumumkan hasil rekapitulasi, dan hasilnya, pasangan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Pasangan nomor urut 01 ini berhasil meraih suara sebesar 55,50 persen, sedangkan pasangan nomor urut nomor 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno berhasil mendulang suara 44,50 persen.

Kepada Surya (TribunMadura.com grup), ia menyampaikan bahwa hasil ini adalah hasil maksimal kerja keras dari KPU dan Bawaslu.

Ia menghimbau kepada semua pihak, khususnya muslimat untuk bisa menerima hasil dari dinamika pesta demokrasi ini.

Fakta Terbaru MUTILASI di Pasar Besar Malang, Korban Tak Bisa Penuhi Nafsunya Sugeng Resmi Tersangka

Puluhan Bus Massa Aksi 22 Mei dari Jawa Timur Menuju Jakarta Sudah Berangkat, FUI: ini Aksi Damai

Nasib Prabowo Bak Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Kalah Suara di Pilpres Hingga Koalisi Setengah Hati

Ia sangat tidak setuju dengan gerakan people Power.

Bagi dia, people power ini bertentangan dengan hukum, dan mengandung unsur inkonstitusional yang dapat memecah belah bangsa.

"Kami semua bersaudara. Kami satu bangsa, Indonesia. Jangan terpecah belah dan jangan bermusuhan dan tetap junjung perdamaian," kata dia, usai kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2019, Selasa (21/5/2019).

Ia menyampaikan, dalam momentum kebangkitan nasional ini harusnya bisa menjadi pengingat bahwa bangsa ini adalah bangsa yang satu, selalu bersama - sama meski dalam perbedaan suku, ras, agama, tapi tetap satu.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved