Pemilu 2019

Peringati Nuzulul Quran, Para Ulama Berdoa Agar Bangsa Selamat Situasi Politik yang Memanas

Mereka selain dalam peringatan Nuzulul Quran, juga mendoakan bangsa yang saat ini sedang memanas karena penolakan hasil Pemilu 2019.

Peringati Nuzulul Quran, Para Ulama Berdoa Agar Bangsa Selamat Situasi Politik yang Memanas
istimewa
Suasana doa di Masjid Agung Sunan Ampel surabaya saat peringatan Nuzulul Quran 

Peringati Nuzulul Quran, Para Ulama Berdoa Agar Bangsa Selamat Situasi Politik yang Memanas

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran, para ulama, habaib dan umat Islam berkumpul di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, Selasa hingga Rabu (21-22/5/2019).

Mereka selain dalam peringatan Nuzulul Quran, juga mendoakan bangsa yang saat ini sedang memanas karena penolakan hasil Pemilu 2019.

Berdasarkan rilis yang diterima oleh TribunJatim.com, Guru Tarekat Tijani Malang, KH Abdullah Muchith mengajak semua umat untuk memohon kepada Allah agar bangsa Indonesia bisa melewati suasana panas ini.

WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter Mengalami Error, Ternyata ini Penjelasan Menteri Kominfo

Prabowo - Sandi Masih Punya Kemungkinan Menang dan Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Syaratnya

Kiai yang juga pendiri Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Indonesia (IPIM) itu menjelaskan, di situasi politik yang saat ini, harus senantiasa menyambung dengan dzikir dan doa, agar mendapat pertolongan dan selamat.

"Lewat dzikir, kita memohon supaya bangsa Indonesia segera dikendalikan oleh Allah Swt. Supaya bangsa Indonesia bisa maslahat dan makmur, sebagaimana amanat Undang-undang Dasar 1945," katanya.

"Kalau diteruskan dan sampai menderitakan, kasihan umat. Kita harus benar-benar minta kepada Allah Swt, agar jangan sampai ada kejadian yang tidak disenangkan bersama oleh bangsa ini. Makanya saya ajak dzikir kepada Allah," sambungnya.

Sementara itu, ulama kharismatik asal Lasem, Jawa Tengah, KH Abdul Qoyyum Mansur mengingatkan umat Islam, lebih-lebih penguasa, agar memiliki spirit dan jiwa Al Qur'an.

"Dengan spiritual Al Qur'an, maka akan menjadi orang yang punya arah lebih baik, meskipun dia punya otoritas, punya wewenang," kata kiai yang akrab disapa Gus Qoyyum itu dalam ceramahnya.

Kalau dalam diri sudah tertanam jiwa Al Qur'an, sambung Gus Qoyyum, maka akan berpikir bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, besok lebih baik dari hari ini. Selain itu, berpikir sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan.

"Semua manusia harus berpikir sebelum dan sesudah tapi tetap sesuai dengan nilai-nilai Al Qur'an, karena Al Qur'an adalah sumber hidayah dan tidak mungkin salah," terlebih.

Terlebih di zaman gersang spiritual seperti sekarang. Maka, tandas Gus Qoyyum, spiritual harus ditingkatkan, baik dalam kehidupan pribadinya, bermasyarakat, berorganisasi maupun bernegara.

"Wali saja dibagi menjadi macam-macam. Ada waliyurrahman, kekasih Allah. Ada waliyusyaithon, kekasih setan. Ada lagi yang ketiga, waliyusulton, kekasih penguasa, tapi bukan kekasih Allah," jelasnya. 

TERUPDATE, Inilah Penyebab Whatsapp (WA) Facebook (FB) Instagram (IG) Hari ini Alami Gangguan/ Error

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiuun, Kabar Duka Dari AA Gym: Istri Ustaz Arifin Ilham Mendapat Cobaan

Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved