Pilpres 2019

Prabowo - Sandi Masih Punya Kemungkinan Menang dan Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Syaratnya

Sementara menurut Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade juga menyatakan hal itu mungkin terjadi.

Prabowo - Sandi Masih Punya Kemungkinan Menang dan Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Syaratnya
Kompas.com Antarafoto
Prabowo dan Sandiaga Uno setelah menolak hasil Pilpres 2019 

Prabowo - Sandi Masih Punya Kemungkinan Menang dan Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Begini Syaratnya

TRIBUNMADURA.COM - KPU sudah mengumumkan hasil Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi - Maruf Amin.

Dilihat dari hasil persentasenya memang cukup jauh, Jokowi mendapatkan 55,50% suara sedangkan Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno hanya mendapatkan 44,50% suara.

Melihat kemungkinan yang masih ada, ternyata pasangan Prabowo - Sandi masih dimungkinkan bisa menang dan membalikkan keadaan dari Jokowi.

Cerita Warga saat Aksi Kerusuhan, Pintu Rumah Digedor hingga Mobil Dilempar Bom Molotov Massa

Aksi Anarkistis di Depan Kantor Bawaslu saat Aksi 22 Mei, Polri Sebut Dalangnya Orang Luar Jakarta

PNS yang Ikut Aksi 22 Mei People Power di Jakarta Siap-Siap Dipecat, Wali Kota Cimahi Beri Imbauan

Namun tampaknya kemungkinan-kemungkinan tersebut sulit untuk diraih.

Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, capres-cawapres Prabowo-Sandiaga bisa memenangkan Pilpres 2019 jika 38 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibatalkan.

Sementara menurut Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade juga menyatakan hal itu mungkin terjadi.

Pendapat keduanya itu disampaikan  di Kompas TV, Selasa (21/5/2019) sore tadi. Dilansir TribunnewsBogor.com (TribunMadura.com grup) dari Kompas TV, Aiman Witjaksono selaku host menanyakan apakah mungkin tudingan kecurangan dari BPN Prabowo-Sandi bisa membalikkan keadaan.

Menanggapi hal itu, Muhammad Qodari menyebut bisa saja gugatan tim BPN Prabowo-Sandiaga ke MK mengubah hasil Pilpres 2019.

"Jadi perbedaan suara sah itu diakibatkan jumlah suara tidak sah di pileg itu sangat besar, hampir sekitar 17 juta lebih sementara pilpres hanya 3 juta sekian, pilpres jauh lebih mudah untuk memilih hanya 2 pasangan," katanya.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved