Berita Surabaya

Setelah 20 Tahun Sengketa dan Dikuasi Pihak Lain, Aset Pemkot Surabaya di Sidoarjo Rp 26 M Kembali

Setelah 20 Tahun Sengketa dan Dikuasi Pihak, Aset Pemkot Surabaya di Sidoarjo Senilai Rp 26 M Akhirnya Kembali, Begini Ceritanya.

Setelah 20 Tahun Sengketa dan Dikuasi Pihak Lain, Aset Pemkot Surabaya di Sidoarjo Rp 26 M Kembali
TRIBUNMADURA/PIPIT MAULIDIYA
Wali Kota Risma setelah menerima kembali aset Pemkot Surabaya di Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Senin (27/5/2019). 

Setelah 20 Tahun Sengketa dan Dikuasi Pihak, Aset Pemkot Surabaya di Sidoarjo Senilai Rp 26 M Akhirnya Kembali, Begini Ceritanya

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Setelah 20 tahun sengketa, aset Pemkot Surabaya yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo akhirnya kembali. Luas asetnya mencapai 7 hektar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tanah seluas 7 hektar itu merupakan aset milik Pemkot Surabaya, namun dikuasai oleh pihak lain. Sehingga Pemkot Surabaya tidak bisa menggunakannya.

“Ceritanya kita sudah menyerahkan tanah, tapi mereka tidak menyerahkan tanah kembali (tukar guling),” ujarnya, Senin (27/5/2019), saat menerima kembali aset tersebut di runag kerjanya bersama Kejati Jatim.

Karena bermasalah, Pemkot Surabaya akhirnya meminta bantuan Kejati Jatim menjadi pengacara negara untuk pengembalian aset senilai Rp 26 miliar itu.

Setelah diproses, aset tersebut akhirnya kembali pengelolaannya kepada Pemkot Surabaya.

Untuk itu, Risma menyampaikan terima kasih kepada Kejati yang sudah membantu menjadi pengacara negara.

Sebagai simbolis, aset tersebut diserahkan oleh Kepala Kejati Jatim Sunarta, bersama jajarannya kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Ruang Sidang Balai Kota Pemkot Surabaya.

Setelah kembali pengelolaannya kepada Pemkot Surabaya, Risma mengaku belum tahu pasti apa yang akan dilakukan pada aset tersebut. Mengingat lokasinya berada di Sidoarjo.

"Kalau yang wilayah Surabaya kita bisa bangun waduk, sekolah, kolam renang untuk anak sekolah, taman dan apapun yang berhubungan dengan kepentingan warga Surabaya. Karena baru saja diserahkan, masih akan kami pikirkan akan digunakan apa. Mengingat lokasinya di Sidoarjo, bisa juga nanti tanahnya kami tukar guling atau bagaimana nanti,” tegas Risma.

Sementara Kepala Kejati Jatim Sunarta mengatakan, pengembalian aset kepada Pemkot Surabaya lantaran ada masalah, yaitu tindak pidana korupsi.

Sunarta menyebut lahan seluas 7 hektare itu merupakan barang bukti dan saat ini telah diserahkan kembali kepada Pemkot Surabaya.

“Jadi ini di dalam permasalahan tersebut ada tindak pidana korupsi. Tanah tersebut jadi barang bukti dan diambil oleh negara. Jadi dalam pelaksanaan putusan, tujuh hektare itu diserahkan ke pemkot sebagai pelaksanaan dari putusan pengadilan tinggi,” terangnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved