Berita Surabaya

Tiga Begal Mobil Asal Pamekasan yang Beroperasi di Surabaya Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

Tiga Begal Mobil Asal Pamekasan Madura yang Beroperasi di Surabaya Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa.

Tiga Begal Mobil Asal Pamekasan yang Beroperasi di Surabaya Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Tiga begal asal Pamekasan Madura, Abdul Rahem, Giman Efendi dan Junaidi saat mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim di PN Surabaya, Senin, (27/5/2109). 

Tiga Begal Mobil Asal Pamekasan yang Beroperasi di Surabaya Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sambil kakinya terpincang-pincang, dua terdakwa Giman Efendi dan Junaidi yang berasal dari Pamekasan, Madura, memasuki Ruang Sidang Garuda I, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, (27/5/2019).

Abdul Rahem mengajukan pembelaan secara lisan. Dia meminta agar hukumannya akibat perkara begal mobil diringankan.

"Minta keringanan, Yang Mulia," pintanya, kepada majelis hakim PN Surabaya.

Bersama koleganya, Abdul Rahem, ketiganya divonis oleh majelis hakim dengan hukuman 1 tahun 8 bulan.

Ketiganya terbukti melakukan tindakan pencurian dan melanggar pasal Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Pompy yang sebelumnya menuntut penjara selama 2,5 tahun.

"Menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan," ujar ketua majelis Ane Rusiana saat membacakan amar putusan.

Menanggapi putusan ini ketiganya menerima putusan tersebut.

Terpisah, JPU Pompy mengaku juga menerima putusan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved