Breaking News:

Ulama dan Elemen Masyarakat di Pasuruan Kecam Aksi 22 Mei Rusuh di Jakarta: Ayo Seduluran Lagi

Demo damai hanya kedok untuk membuat kerusuhan di Jakarta menyikapi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ar - Roudloh Su'adi Abu Amar. 

Ulama dan Elemen Masyarakat di Pasuruan Kecam Aksi 22 Mei Rusuh di Jakarta: Ayo Seduluran Lagi

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Sejumlah kiai, ulama, akademisi dan organisasi di Kabupaten Pasuruan mengecam aksi teror kerusuhan 21 - 22 Mei kemarin.

Demo damai hanya kedok untuk membuat kerusuhan di Jakarta menyikapi hasil Pemilu 2019 khususnya Pilpres 2019.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ar - Roudloh Su'adi Abu Amar mengecam tindakan inkonstitusional itu.

Bagi dia, menyampaikan aspirasi itu memang sudah diatur dalam undang - undang. Tapi, kata dia, harus ada batasannya, tidak boleh ngawur.

Usai Mendatangi Tempat Kerja Suami di Bank, Wanita ini Tewas Dibunuh Suaminya di Depan Dua Anaknya

PDIP Usung Wisnu Sakti Buana Kandidat Wali Kota Surabaya, Buka Peluang Koalisi Pilwali Surabaya 2020

Jadwal Laga Tunda Babak 8 Besar Piala Indonesia antara Persebaya Vs Madura United Sudah Ditetapkan

"Kemarin itu aksi ngawur. Tidak mencerminkan bangsa Indonesia yang cinta damai, dan selalu menjaga kerukunan dan persatuan," katanya.

Kendati demikian, ia mengajak semua elemen masyarakat, khususnya Pasuruan untuk melupakan kejadian kemarin.

Ia sangat mengapresiasi, kubu 02 yang sudah mengikuti aturan main dan menggugat di Mahkamah Konstitusi.

"Nah ini harus dijadikan sebuah akhir dari segalanya. Kubu 02 sudah tidak perlu menyudutkan kubu 01. Jalur hukum ini menjadi solusi untuk semuanya. Sudah jangan rusuh, jangan ribut, tetap satu dan bersaudara. Marilah kembali ke jalannya masing - masing," ajaknya.

Ia menyebut, yang berjualan di pasar kembali berjualan di pasar, yang di sawah kembali ke sawah, dan lainnya juga kembali ke rumahnya dan hidupnya masing - masing.

Ia meminta semua masyarakat baik pendukung 01 Jokowi - Maruf Amin, dan pendukung 02 Prabowo - Sandi tetap mengedepankan bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah.

"Tunggu proses hukumnya. MK akan segera menggelar sidang sengketa Pilpres. Dikawal sama - sama, dan dipahami bersama. Jika nanti sudah ada kepastian hukum, saya minta 01 dan 02 harus bisa menerimanya dengan legowo dan ikhlas. Tidak perlu ada aksi - aksi people power lagi," jelasnya.

Menurut dia, sebentar lagi lebaran, pada momentum lebaran ini sebaiknya dijadikan tempat atau dijadikan sebagai wadah untuk merajut kembali persaudaraan, kekeluargaan, saling memaafkan satu sama lain dan tidak saling menyalahkan.

"Ayo seduluran lagi. Jangan ada permusuhan di antara kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun, cinta damai dan tidak suka rusuh. Makanya harus tetap dijaga, satu nusa dan satu bangsa. NKRI Harga mati," pungkas dia. (Galih Lintartika)

Pocong Jadi-Jadian ini Hantui Warga dan Pengendara Jelang Sahur, Aksinya Berakhir Penyesalan

Manchester United dan Barcelona Kepincut Kapten Belasan Tahun Ajax Amsterdam ini, Pilih yang Mana?

La Nyalla Instruksikan Pemuda Pancasila Jaga Persatuan Bangsa, Juga Ajak Perbanyak Ibadah Ramadan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved