Berita Pamekasan

Bea Cukai Madura Sita 5,6 Juta Batang Rokok Ilegal, Pamekasan Jadi Produsen Tertinggi di Madura

Sebanyak 5,6 juta batang rokok ilegal hasil operasi rokok ilegal di Madura disita Bea Cukai Madura.

Bea Cukai Madura Sita 5,6 Juta Batang Rokok Ilegal, Pamekasan Jadi Produsen Tertinggi di Madura
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bea Cukai Madura saat melakukan konferensi pers terkait rokok ilegal, Jumat (31/05/2019). 

Sebanyak 5,6 juta batang rokok ilegal hasil operasi rokok ilegal di Madura disita Bea Cukai Madura

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bea Cukai Madura menyita sebanyak 5,6 juta batang rokok ilegal se Madura hasil operasi rokok ilegal di Madura, mulai Januari 2018 hingga Mei 2019.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Latif Helmi mengatakan, dari 5,6 juta batang rokok ilegal yang berhasil diamankan, Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai produsesn rokok ilegal tertinggi di Madura.

"Kabupaten Pamekasan, tercatat sebagai produsen rokok ilegal tertinggi di Madura. Khususnya selama tahun 2018," kata Helmi latif, Jumat (31/05/2019).

Sempat Molor Beberapa Bulan, Proyek Underpass Jalan Mayjen Sungkono Diresmikan Wali Kota Surabaya

"Produsen rokok ilegal terbanyak yang kami temukan di Pamekasan, yaitu sebanyak 4 juta batang lebih rokok ilegal. Kalau pabriknya sulit kami lacak," sambung dia.

Dari jumlah batang rokok ilegal tersebut, Kabupaten Pamekasan menempati posisi teratas sebagai produsen rokok ilegal, disusul Kabupaten Sumenep, Sampang dan Bangkalan.

Helmi Latif mengaku, dari 5,6 juta rokok ilegal yang berhasil diamankan, negara mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Negara ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 1,8 miliar dengan nilai rokok yang dilanggar sebesar Rp 4,7 miliar batang rokok,” bebernya.

Promo Starbucks Buy 1 Get 1 Free, Simak Cara Mendapatkan Harga Khusus Cuma Satu Hari Saja

Di sisi lain, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyatakan, komitmennya untuk melakukan kerja sama dengan Bea Cukai Madura untuk terus memberantas peredaran rokok ilegal.

Hal tersebut bertujuan guna mengantisipasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan rokok ilegal di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Kami berkomitmen akan terus bersinergi dengan pihak Bea Cukai, tentunya dalam pemberantasan usaha yang merugikan negara ini," ucap Baddrut Tamam.

"Kerja sama aktif dalam rangka penegakan hukum persoalan rokok ilegal harus kita galakkan,” pungkasnya.

Menteri Perdagangan Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Malang Stabil Jelang Lebaran 2019

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved