Habil Marati, Sosok Pemberi Dana Kivlan Zen untuk Pembunuhan 4 Jenderal dan Bos Lembaga Survei

Peran Harbil Marati sendiri, merupakan pemberi dana kepada tersangka Kivlan Zen, untuk diberikan kepada eksekutor perencanaan pembunuhan.

Habil Marati, Sosok Pemberi Dana Kivlan Zen untuk Pembunuhan 4 Jenderal dan Bos Lembaga Survei
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Kompas.com dan KompasTV)
Kivlan Zen dan Habil Marati, dua sosok yang berperan dalam rencana pembunuhan 4 jenderal dan satu bos lembaga survei 

TRIBUNMADURA.COM - Sosok Habil Marati kini sedang menjadi sorotan, hal tersebut karena namanya kini terseret dalam kasus perencanan pembunuhan 4 jenderal dan satu pimpinan lembaga survei.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Habil Marati sebagai tersangka pemberi dana, untuk rencana pembunuhan 4 jenderal tersebut.

Tersangka tersebut Habil Marati (HM), yang ditangkap pada 29 Mei 2019 di rumahnya pada kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Peran Habil Marati sendiri, merupakan pemberi dana kepada tersangka Kivlan Zen, untuk diberikan kepada pembunuh bayaran.

BREAKING NEWS: Mobil Terbakar di Jalan Tol Pandaan-Malang, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Dispatch Korea Sebut BI iKON Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, YG Entertainment Beri Penjelasan

Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Kabar Duka dari PDIP, Politisi Kawakan Mantan Ketua Dewan Wafat

"Tersangka ke delapan yang kami amankan adalah saudara HM," ungkap Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Polisi membeberkan peran HM yang merupakan pemberi dana kepada tersangka KZ atau Kivlan Zen.

"Jadi uang yang diterima tersangka KZ berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta langsung kepada HK untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," lanjut Ade.

Adapun polisi merincikan uang Rp 60 juta tersebut yakni Rp 10 juta untuk operasional, dan Rp 50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa.

"HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu SGD (Rp150 juta) kepada KZ. Kemudian KZ mencari eksekutor yaitu HK dan Udin, dan diberikan target 4 tokoh nasional," imbuh Ade.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tersangka HM, di antaranya ponsel genggam untuk melakukan komunikasi dan print out transaski bank.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved