Berita Sampang

Cuaca Panas Jadi Sahabat Petani Garam, Namun ada Momok yang Menghantui Para Petani Garam di Madura

Saat di temui salah satu petani Abdul Hamid, mengatakan saat memasuki kemarau seperti saat ini akan mudah menghasilkan garam dan produksi meningkat

Cuaca Panas Jadi Sahabat Petani Garam, Namun ada Momok yang Menghantui Para Petani Garam di Madura
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Petani garam di Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang mulai menggarap tambaknya, Kamis (13/6/2019). 

Cuaca Panas Jadi Sahabat Petani Garam, Namun ada Momok yang Menghantui Para Petani Garam di Madura

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Para petani garam di Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang, Madura mulai menggarap tambaknya untuk bertani.

Tampak dua orang petani beraktifitas di bawah terik matahari, mereka mengganti air tambak lama dengan air yang baru.

Saat di temui salah satu petani Abdul Hamid, mengatakan saat memasuki kemarau seperti saat ini akan mudah menghasilkan garam sehingga produksi garam meningkat.

Gadaikan Istri Rp 250 Juta ke Orang Kaya, Setelah Setahun Terjadilah Tragedi Berdarah Salah Sasaran

Dispatch Korea Sebut BI iKON Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, YG Entertainment Beri Penjelasan

Ratusan Anggota Banser Kawal Kiai NU di Agenda Sidang Sugi Nur Raharja (Gus Nur) di PN Surabaya

Namun pihaknya mengaku kawatir saat ini harga garam malah menjadi tidak bersahabat.

"Dikhawatirkan dengan kondisi seperti itu malah menjadi sebab harga garam menjadi rendah karena banyaknya stok garam," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (13/6/2019).

Apalagi  dalam beberapa bulan ke depan harga akan semakin turun, sehingga pihaknya merugi karena pendapatan Tidak sesuai dengan pengeluaran.

"Di beberapa bulan ke depan harga menjadi turun  kadang Rp. 10.000/sak, sebelumnya saat awal musim kisaran Rp. 60.000 - Rp. 70.000/sak," katanya.

Sedangkan saat musim panen pihaknya memerlukan beberapa pekerja untuk mengangkat atau memanen garam.

Tidak tanggung-tanggung pria yang sering di sapa Pak Dul itu memerlukan pekerja hingga puluhan orang.

"Saat melakukan beberapa tahap panen saya memerlukan tenaga kerja sebanyak 10-15 orang," tututnya.

Kemudian honor atau bayaran setiap pekerjanya sebesar Rp. 65.000 per orang.

Biaya transportasi untuk mengangkut garam yang biasanya memakai truk harganya bervariasi karena tegantung atau menyesuaikan jarak lokasi.

"Untuk membayar truk bervariasi, tergantung lokasi, biasanya Rp. 70.000 - Rp. 100.000," tutupnya.

Niat Menebus Setelah Menggadaikan Istri Sendiri Rp 250 Juta, Berakhir Tragedi Celurit Salah Sasaran

Lima Pemain Timnas Akan Kembali Bergabung ke Persebaya Jelang Lawan Madura, Waktu Recovery Mepet

Inter Milan Berminat Borong 4 Pemain Real Madrid, Gareth Bale Jadi yang Paling Sulit Didatangkan

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved